Mayat Wanita Terseret Arus Selokan Jolotundo Ditemukan

Kamis, 5 April 2018 | 07:32 WIB

Tim SAR bergerak cepat untuk melakukan evakuasi terhadap korban bencana perairan di Kabupaten Rembang, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

LASEM, mataairradio.com – Wanita yang terseret arus selokan di Desa Jolotundo Kecamatan Lasem pada Selasa (3/4/2018) malam lalu akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (5/4/2018) pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Mayat wanita bernama Naning Afriyani (40) warga Desa Punggurharjo Kecamatan Pancur ini ditemukan oleh nelayan Dukuh Layur Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem saat melaut di perairan laut dekat PLTU Sluke.

“Sudah ditemukan tadi antara pukul 05.30 hinggga pukul 06.00 WIB oleh nelayan Layur di perairan dekat PLTU Sluke,” ungkap Camat Lasem Harjono kepada mataairradio.

Harjono menyatakan sudah menghubungi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang untuk kepentingan evakuasi, sedangkan nelayan yang menemukannya masih di lokasi.

“Kami sudah kontak BPBD untuk evakuasi. Nelayan yang menemukan menunggu di lokasi (penemuan),” terangnya melalui sambungan telepon.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang mengonfirmasi penemuan mayat wanita yang terseret arus selokan. Pihaknya pun langsung bergegas melakukan evakuasi.

“Benar (ditemukan) Mas. Ini kita sedang bersiap melakukan evakuasi,” ujarnya.

Wanita bernama Naning Afriyani (40) warga Desa Punggurharjo Kecamatan Pancur terhanyut arus air saat berteduh.

Awalnya, Naning berboncengan dengan sang suami, Dwi Narta, melaju pulang dari Lasem. Sesampainya di daerah Jolotundo, karena banjir, Dwi menghentikan motornya. Korban pun turun.

Sang suami lalu menuntun motornya hingga Gapura Desa Jolotundo. Setelah itu, Dwi balik untuk menjemput istrinya yang sempat diketahui berteduh di depan toko setempat.

Namun sang istri sudah tidak ada. Dwi hanya menemukan sandal Naning di pinggir selokan depan toko, sedangkan korban hilang.

Regu penolong atau tim SAR serta sukarelaqan tanggap bencana langsung terjun melakukan pencarian terhadap korban dengan melakukan penyisiran di alur selokan dan di Sungai Babagan, tetapi hasilnya nihil, hingga kemudian ada kabar korban ditemukan pagi tadi.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan