Masuk Mei, Proyek Jalan dan Jembatan Belum Lelang

Selasa, 3 Mei 2016 | 16:42 WIB
Kantor Dinas Pekerjaan Umum Rembang. (Foto orangrembang.com)

Kantor Dinas Pekerjaan Umum Rembang. (Foto :orangrembang.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Duit Rp144 miliar yang dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang untuk perbaikan infrastruktur baik jalan maupun jembatan di kabupaten ini, belum kunjung terserap, setidaknya hingga Selasa (3/5/2016) ini.

Masyarakat mulai resah dengan tidak segera tampaknya tanda-tanda perbaikan jalan dan jembatan. Padahal kondisi infrastruktur yang lama rusak, kini tampak kian parah.

Salah satu saluran bagi masyarakat untuk mengetahui nama-nama pekerjaan yang akan, sedang, atau terlelang, adalah situs resmi LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik), http://lpse.rembangkab.go.id/.

Namun dari publikasi di situs tersebut, tampak hanya enam pekerjaan yang terdiri atas dua pekerjaan dengan nilai di bawah Rp200 juta, sedangkan empat pekerjaan bernilai mulai Rp300 juta hingga Rp1,8 miliar.

Dari enam pekerjaan, tiga pekerjaan di antaranya sudah penandatanganan kontrak, dua pekerjaan sudah selesai lelang, dan satu pekerjaan telah surat penunjukan penyedia barang/jasa.

Secara wilayah, tiga pekerjaan yang sudah penandatanganan kontrak merupakan domain dinas pertanian dan kehutanan berupa fasilitasi bantuan sarana produksi.

Dua pekerjaan selesai lelang masing-masing di dinas kesehatan berupa konsultasi perencanaan rehabilitasi Puskesmas Rembang I dan di RSUD dr R Soetrasno berupa pengadaan jasa konsultansi perencanaan pembangunan gedung penunjang medik.

Adapun satu pekerjaan telah ada surat penunjukan penyedia barang/jasa berada di wilayah pengadaan jasa konsultansi perencanaan rehabilitasi gedung Kantor Dinkes Rembang.

Artinya tidak ada satu pun pekerjaan infrastruktur baik jalan dan jembatan yang listing di LPSE. Padahal menurut informasi yang dihimpun reporter mataairradio, jumlah paket pekerjaan jalan dan jembatan lebih dari 100 paket.

Plt Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang Widodo tidak memberikan penjelasan mengenai kendala yang dihadapi, sehingga belum ada paket pekerjaan infrastruktur yang dilelang.

Dikonfirmasi reporter radio ini, ia juga tidak memberikan jaminan kepastian kapan dimulainya pekerjaan infrastruktur, termasuk soal ketercukupan waktu penyelesaian jika pekerjaan baru dimulai pada bulan Juni mendatang, mengingat proses lelang butuh waktu satu bulan.

“Tinggal menunggu waktu saja,” ujar Widodo.

Sementara itu, pada Senin (2/5/2016) malam, di depan Kantor DPU Rembang (Bidang Jalan dan Jembatan) terpampang spanduk berisi desakan bagi Pemkab Rembang segera menjalankan APBD.

Spanduk tersebut juga mengetengahkan pihak yang bertanggung jawab atas desakan ini, yaitu Forum Peduli APBD untuk Rakyat.

Sebelumnya, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan kepada wartawan bahwa pembangunan infrastruktur akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan