Marak Miras Opolosan, Polisi Perlu Gencarkan Razia

Jumat, 13 April 2018 | 16:51 WIB

Minuman beralkohol tinggi berbagai jenis, barang bukti sitaan peredaran miras yang dimusnahkan oleh pihak Kepolisian Resor Rembang, Minggu (5/6/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak kepolisian perlu menggelar razia terhadap peredaran minuman beralkohol tinggi atau Miras oplosan di Kabupaten Rembang.

Antisipasi diperlukan agar kasus miras oplosan yang merenggut puluhan orang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tidak terjadi di Rembang.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito yang dikonfirmasi mengenai hal ini berjanji menggencarkan razia mulai pekan depan.

“Antisipasi jelas. Pekan depan kita gencarkan lagi razia,” katanya.

Sebelumnya pun ia mengaku sudah intensif menekan peredaran Miras di daerah ini, termasuk membina penjualnya agar berupaya mencari pekerjaan lain.

“Kita sudah sering sosialisasi, tidak perlu ngonsumsi Miras. Penjualnya juga sudah kita bina, kalau bisa cari pekerjaan lain,” terangnya.

Bambang mengatakan, secara kasatmata, Miras oplosan tidak banyak dijumpai di Rembang.

Namun minuman keras tanpa label, justru masih kerap ditemui, yaitu jenis arak tuban.

“Baru-baru ini, kami mengamankan beberapa botol arak dari wilayah Lasem dan Pamotan. Penjualnya pun sudah kami lakukan pemeriksaan awal,” ungkapnya.

Menurutnya, Miras tanpa label seperti arak tuban dan ciu solo diyakini beredar di tiap kecamatan di Kabupaten Rembang.

“Namun daerah-daerah seperti Lasem, Kragan, dan Sale menjadi yang perlu diwaspadai karena dekat dengan wilayah Jawa Timur,” tandasnya.

Ia berharap masyarakat membantu polisi guna menekan peredaran Miras oplosan.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso dalam sebuah kesempatan meminta kepada penjual Miras untuk menghentikan penjualan dan peredaran minuman beralkohol tinggi.

“Jika ngotot jualan, kami akan langsung menindak tegas,” katanya.

Ia berharap kasus tewasnya 52 orang gara-gara menenggak Miras oplosan di Jawa Barat sebagai pelajaran berharga.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan