Mapolres Jadi Potensi Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Rembang

Tuesday, 23 June 2020 | 14:37 WIB

Ilustrasi: Anggota Polres Rembang saat melakukan apel –Foto diambil sebelum ada Pandemi Covid-19. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang langsung melakukan tracking atau pelacakan di kalangan polisi, setelah tiga personel Kepolisian Rembang dinyatakan positif Covid-19.

Upaya itu dilakukan untuk menekan potensi klaster baru di kabupaten ini pada lingkup kepolisian Rembang.

Hasil tes swab yang beredar di kalangan wartawan dan dibenarkan oleh petugas dari Pemkab Rembang, ada tiga personel polisi dan satu ASN di lingkup kepolisian hasil swabnya positif covid-19.

Di Rembang, saat ini sudah ada satu klaster penyebaran Covid-19, di panti jompo milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Turusgede Rembang. Total sudah ada sebanyak 14 orang dari panti tersebut yang dinyatakan positif, dan satu di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, Ali Syofi’i menyatakan, setelah ada anggota kepolisian yang positif Covid-19, pihaknya langsung melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien.

“Hasil swab terkini, ada empat orang positif, sebagai penderita baru Covid-19 di Rembang. Kebetulan empat orang tersebut dari unsur polisi dan ASN di lingkup kepolisian,” terangnya.

Ali menambahkan, hingga saat ini pihaknya juga telah melakukan penyelidikan epidemiologi berbasis wilayah di rumah masing-masing penderita.

Bagi orang yang punya riwayat kontak erat dilakukan tes swab, namun untuk orang yang hanya kontak biasa pihaknya cukup melakukan rapid tes.

Ia memastikan hasil tracking dari Satlantas menunjukan non-reaktif semuanya.

“Hari ini, kontak tracking di tempat kerja pasien. Tentu saja dalam rangka membatasi penularan Covid-19. Jangan sampai menular ke kelompok lainnya. Juga dalam rangka mencegah transmisi virus ini,” jelasnya.

Ali mengatakan, Polres Rembang berpoteni menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Apalagi saat ini sudah mulai diberlakukan new normal atau kenormlan baru, yang membuat semua orang dapat bekerja seperti semula.

“Jika seseorang dinyatakan positif di suatu tempat, maka bisa menularkan orang-orang di sekitarnya yang disebut klaster. Mungkin saja ini terjadi,” imbuhnya.

Sementara itu, Arief Dwi Sulitya Humas Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Rembang menyatakan, hingga kini total ada 19 Warga Rembang yang positif covid-19 yang dirawat di RSUD dr R Soetrasno. Mayoritas dari mereka berasal dari klaster panti jompo.

Disebutkannya, ada 13 pasien Covid-19 asal panti yang masih dirawat di rumah sakit. Perinciannya, enam pegawai dan tujuh penghuni. Sisanya merupakan penderita dari klaster lainnya.

“Update seluruhnya yang positif saat ini 19 orang, lima PDP dan 48 OPD. Semua pasien dirawat di RSUD Rembang. Tidak ada pasien Covid Rembang yang dirawat di luar daerah. Justru ada empat pasien Covid dari luar daerah dirawat di sini, satu di antaranya meninggal dunia,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Rembang, AKBP Dolly A Primanto saat dikonfirmasi mataairradio.com belum memberikan keterangan.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan