Mantan Terpidana Korupsi Kembali Aktif di DPU

Kamis, 28 Juli 2016 | 19:51 WIB
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang Raharjo. (Foto: pembangunanpolitik.blogspot.com)

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang Raharjo. (Foto: pembangunanpolitik.blogspot.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Mantan terpidana kasus korupsi proyek di lingkup Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang Rahardjo dan M Chaeron diketahui kembali aktif di dinas tersebut.

Raharjo belum lama ini keluar dari bui menjalani vonis pidana penjara satu tahun dan pidana denda Rp50 juta, setelah terbukti terlibat kasus korupsi proyek perbaikan jalan Sulang-Sumber-Kaliori tahun 2014.

Begitu pun Chaeron. Baru keluar dari balik jeruji Lapas Kedungpane usai menjalani vonis satu tahun dan dua bulan penjara serta pidana denda Rp50 juta karena terbukti terlibat korupsi proyek pemeliharaan lingkungan permukiman tahun 2014.

Menurut sumber di internal DPU, Raharjo diketahui mulai “ngantor” lagi sejak awal Juli 2016, sedangkan Chaeron diketahui aktif sejak pekan kemarin, tetapi nyaris tanpa diketahui publik, sehingga mengundang tanda tanya.

Apalagi, selain pernah mendekam di penjara, yang bersangkutan sudah sempat mengajukan pensiun dini sebagai pegawai negeri sipil sebelum perkaranya diadili.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang Suparmin mengaku tidak tahu sejak kapan dua orang tersebut kembali aktif di DPU.

“Yang saya tahu, keduanya dalam status pemberhentian sementara, sehingga statusnya masih PNS. Namun gaji yang diterima hanya 70 persen dan tidak ada tunjangan. Tidak ada kewajiban lapor ke BKD terhadap PNS yang demikian,” terangnya.

Terkait permohonan pensiun dini yang sempat diajukan keduanya, Suparmin hanya mengatakan bahwa hal itu bisa dikabulkan asal memenuhi persyaratan, di antaranya memenuhi syarat usia 50 tahun dan masa kerja minimal 20 tahun.

“Kalau pun aktif lagi (sebagai PNS) tidak otomatis menempati jabatan struktural, karena saat ini sudah ada Plt (Pelaksana Tugas Kabid Jalan dan Jembatan; jabatan yang ditinggal Rahardjo, dan Plt Kabid Cipta Karya yang ditinggal Chaeron, red.),” paparnya.

Mengenai status PNS keduanya yang masih aktif kendati pernah dipenjara karena kasus korupsi, Suparmin menyatakan sudah membentuk tim kasus yang bertugas membuat telaah atau kajian yang memberatkan dan meringankan Rahardjo dan Chaeron.

“Tim kasus akan mengkaji atau membuat telaah staf dengan pendekatan kemanusiaan dan hukum serta masih dibutuhkan atau tidak. Setelah itu baru diserahkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (Bupati, red.),” imbuhnya.

Rahardjo yang dihubungi reporter mataairradio membenarkan bahwa dirinya kembali aktif di DPU setelah diminta oleh Bupati, Wakil Bupati, dan Kepala DPU untuk membantu pelaksanaan pekerja di dinas pekerjaan umum, khususnya bina marga.

“Saya diminta masuk untuk membantu pelaksanaan pekerja di PU, khususnya bina marga. (Yang meminta) Semuanya (Bupati dan Kepala DPU), termasuk Pak Wabup,” ungkapnya ketika dihubungi Kamis (28/7/2016) siang.

Ia mengaku keluar dari penjara pada 4 Juli 2016, dengan status PNS yang masih melekat, lantaran hanya diberhentikan dari jabatan struktural sebagai Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPU Kabupaten Rembang.

“Setelah dinyatakan bebas, saya menghadap dan laporan ke Kepala DPU Rembang, Bupati, dan Wabup Rembang. Apa pun kondisinya, saat ini status saya masih sebagai PNS. Setelah menghadap saya masuk kantor, namun tidak penuh,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan