Mandor Proyek Pembangunan Gedung KPU Tinggalkan Hutang di Warung

Kamis, 8 Februari 2018 | 17:23 WIB

Warung milik Suseni, depan Kantor KPU Kabupaten Rembang. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Proyek pembangunan gedung baru Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang memang sudah selesai.

Meskipun, belakangan ini, beberapa item pekerjaan diketahui tidak dikerjakan sempurna, sehingga sempat ada pembenahan dan perapian.

Seperti diberitakan, nat-natan pada lantai keramik tidak rapi.

Bagian atap juga ter-finishing secara tidak sempurna. Bagian kamar mandi pun tampak tidak rapi.

Yang teranyar, ternyata mandor pekerja proyek masih meninggalkan bon atau utang di salah satu warung nasi, di depan Kantor KPU Kabupaten Rembang, bilangan Jalan Pemuda.

Suseni, pemilik warung mengaku awalnya percaya saja kepada mandor yang mengerjakan proyek gedung baru KPU ini.

Apalagi, di awal pengerjaan proyek, ongkos makan dibayar lancar dua minggu sekali.

“Namun lama-kelamaan kok macet. Katanya tidak dikasih uang makan lagi dari bosnya,” katanya.

Kepada mataairradio, Kamis (8/2/2018) siang, Suseni mengaku jumlah hutang yang ditinggalkan Rp5.200.000.

Ia sudah sempat menghubungi mandor bernama Edi dari Kudus ini. Suseni sempat dijanjikan dibayar pada tahun baru kemarin, tetapi meleset.

Begitu dikontak olehnya lagi, Edi berjanji membayar pada 10 Januari lalu. Namun meleset lagi.

“Sejak saat itu, ia tidak bisa tersambung kembali. Harapannya ada pihak yang membantu karena uang itu penting untuk modal berdagang,” katanya.

Reporter mataairradio pun sempat menghubungi Edi di nomor yang ditunjukkan Suseni. Namun nadanya juga sudah tidak aktif.

Proyek pembangunan gedung baru KPU Rembang dikerjakan oleh CV Ratna Karya dari Pati dengan nilai kontrak Rp1,2 miliar.

Pihak KPU mengaku tidak terkait langsung dengan rekanan proyek gedung barunya. Sebab, proyek ini di bawah kendali Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Rembang.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan