Mahasiswa di Rembang Aksi di Depan Kantor Bawaslu

Selasa, 17 November 2020 | 14:50 WIB

Beberapa diantara mahasiswa saat berorasi di Depan Kantor Bawaslu Rembang, pada Selasa (17/11/2020) pagi. Tampak Komisioner Bawaslu Rembang menyertai para mahasiswa berorasi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebanyak delapan mahasiswa di Kabupaten Rembang mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, pada Selasa (17/11/2020) pagi.

Kedatangan para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Rembang (FKMR) itu untuk melakukan aksi orasi dan audiensi bersama dengan Komisioner Bawaslu setempat.

Aksi dilakukan dengan berorasi dan membentangkan spanduk yang bertuliskan “Mendukung Bawaslu Netral” dan “Pilkada Jujur Representaasi Demokrasi Indonesia”.

“Kedatangan kami ke Kantor Bawaslu untuk pernyataan sikap dan mendukung penuh Bawaslu beserta jajarannya untuk menyukseskan Pilkada Rembang 2020,” jelas Koordinator FKMR, Riza Rino Lanuardy.

Ia membeberkan, ada beberapa poin pihaknya yang soroti, seperti aksi politik uang, penindakan atas pemilu di Pilkada Rembang 2020 mendatang, serta netralitas Baswalu.

“Kami harap Bawaslu sendiri menjadi badan pengawas yang benar-benar bisa netral, adil, dan menjadi solusi dari semua masalah aspirasi yang ada di Pilkada Rembang 2020,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi mataairradio.com, Komisioner Bawaslu Rembang Amin Fauzi merespon baik atas kedatangan para mahasiswa tersebut.

Menurutnya, kedatangan para mahasiswa dapat memberikan dukungan moral untuk bersama-sama menyukseskan Pilkada Rembang tahun ini. Selain itu juga sebagai upaya untuk terlibat dalam edukasi politik terhadap masyarakat.

“Bawaslu merespon baik apa saja yang disampaikan oleh temen-temen mahasiswa, karena mereka melakukan dukungan moral untuk sama-sama menyukseskan Pilkada.

Untuk sama-sama ikut terlibat dalam konteks edukasi politik kepada masyarakat. Bagaimana mereka akan mengambil peran yang dimiliki sebagai mahasiswa untuk menyukseskan Pilkada Rembang 2020,” tuturnya.

Sementara itu, delapan mahasiswa yang mendatangi Kantor Bawaslu Rembang itu berasal dari dua Kampus, yakni STIE YPPI Rembang dan Universitas Terbuka (UT) Pokja Rembang.

Pernyataan sikap Forum Komunikasi Mahasiswa Rembang (FKMR) tersebut tertuang dalam surat pernyataan sikap bermeterei, yang ditanda-tangani oleh Arinal Haqqal Yaqin perwakilan mahasiswa dari UT Pokja Rembang dan Riza Rino Lanuardy mahasiswa dari STIE YPPI Rembang.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan