Lokalisasi Dorokandang segera Ditutup, Pelatihan Keterampilan Diperlukan

Sabtu, 4 Maret 2017 | 12:27 WIB

Camat Lasem Harjono memberikan keterangan pers mengenai rencana penutupan lokalisasi di Desa Dorokandang Kecamatan Lasem, Jumat (3/3/2017). (Foto: Pujianto)

 

LASEM, mataairradio.com – Lokalisasi di wilayah RT 1 RW 8 Desa Dorokandang Kecamatan Lasem segera ditutup. Pihak Pemerintah Kecamatan Lasem menentukan tanggal 27 Juni 2017, sebagai waktu penutupan.

Camat Lasem Harjono mengatakan sudah melakukan pendekatan secara kekeluargaan dan agamis agar saat penutupan diefektifkan tidak ada komplain dan permasalahan yang timbul dari masyarakat.

Saat ini saja, menurutnya, sebagian dari 53 pekerja seks komersil yang sebelumnya beroperasi di lokalisasi tersebut, mulai berangsur pulang ke kabupaten asal mereka.

“Pada saat sekarang, kami fokusnya adalah pada 15 mucikari yang notabene warga setempat. Kami akan koordinasi dengan Dinas Sosial, PKK, dan Dinindagkop untuk membekali mereka dengan keterampilan,” katanya.

Harjono juga mengatakan, tidak ada ancaman yang dialamatkan kepadanya menyangkut rencana penutupan lokalisasi di Dorokandang, apalagi semua pihak mendukung langkah tersebut.

“Saya masuk Lasem itu dengan empat target yaitu penertiban penyakit masyarakat, merajut Lasem sebagai Kota Tua, kebersihan dari sampah, dan penertiban administrasi desa,” bebernya kepada mataairradio.com.

Saat sekarang, pihaknya mengantisipasi kemungkinan pergeseran para PSK ke titik lain di wilayah Kecamatan Lasem. Meskipun sinyal itu belum ditangkap, tetapi ia tetap siaga.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Lasem Ajun Komisaris Sunardi menyatakan sudah melakukan antisipasi gangguan keamanan menyusul penutupan lokalisasi di Dorokandang.

“Kemungkinan tidak ada yang membahayakan. Namun kami tetap tidak boleh under estimate. Jika dibutuhkan, kami bahkan akan dikaver oleh pihak Polres Rembang,” katanya.

Ia menambahkan, karena sudah menjadi kesepakatan dari berbagai pihak dan unsur untuk menutup lokalisasi tersebut, maka apabila ada yang buka lagi, akan ditindak secara tegas.

“Rencana, mereka (para PSK dan mucikari, red.) mau menaati. Secara umum, mereka juga bisa menerima. Kemarin juga sudah ada penyuluhan dari MUI dalam bentuk pengajian atau tausiah,” kata perwira asli Madiun yang sebelumnya bertugas di Danki Dalmas Dit Sabara Polda Jateng.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan