Lima Warga Rembang ternyata sempat ikut Jadi Sandera di Timika

Senin, 20 November 2017 | 15:27 WIB

Kepala Desa Pohlandak Mundasir berkoordinasi dengan petugas polisi setempat mengenai data warga setempat yang sempat ikut terlibat sebagai sandera oleh kelompok kriminal bersenjata di Timika, Papua. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

PANCUR, mataairradio.com – Lima orang warga Kabupaten Rembang ternyata sempat ikut disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kecamatan Tembagapura, Timika, Papua.

Mereka adalah Ngarjani (53), Ngadirin (40), Wiji Utomo (32), dan Hendra Budi Alisangkar (20) warga Desa Pohlandak Kecamatan Pancur serta Hendri Wiyono warga Gemblengmulyo juga kecamatan yang sama.

Namun kelimanya kini sudah bebas bersama ratusan sandera lainnya, berkat aksi Satgas Terpadu TNI-Polri.

Kepala Desa Pohlandak Mundasir membenarkan keempat nama tersebut sebagai warganya. Mereka bekerja sebagai kuli penambangan emas di Timika sejak tahun 2004.

Ia mengaku mendapat kabar kalau mereka disandera oleh KKB dari Ngarjani pada Sabtu 18 November 2017.

“Ngarjani telepon saya kalau dia bersama tiga orang temannya yang warga Pohlandak dan seorang warga dari Gemblengmulyo sempat disandera. Saat telepon, dia sudah bebas,” katanya.

Hingga Senin (20/11/2017) ini, pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna kepulangan keempat warganya.

“Saat ini, kami juga tengah membuat proposal untuk disampaikan ke Camat dan diteruskan ke Pemkab Rembang. Harapannya, kepulangan mereka difasilitasi Pemkab,” ujarnya.

Camat Pancur Suharto mengatakan, warganya yang sudah bebas dari sandera, kini ditampung oleh komunitas orang Jawa di Timika.

“Kondisi mereka baik-baik saja. Mereka ditampung komunitas Jawa di Timika,” katanya.

Menurutnya, pemulangan warga Pohlandak dan Gemblengmulyo yang sebelumnya sempat tersandera di Timika akan difasilitasi oleh pihak Pemkab.

“Namun, soal waktu dan teknis penjemputannya, kami masih berkoordinasi dengan Pemkab. Barusan di ruangan Pak Sekda membahas pemulangan warga Pancur,” bebernya.

Selain warga dari Kabupaten Rembang, warga dari Kabupaten Pati, Kudus, dan Demak, dikabarkan juga sempat ikut tersandera oleh kelompok kriminal tak bersenjata tersebut.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan