Lima Orang Adu Gagasan Tertulis untuk Jabatan Kepala Dinperkim

Senin, 12 Maret 2018 | 18:19 WIB

Ilustrasi

 

REMBANG, mataairradio.com – Lima orang peserta lelang jabatan kepala dinas perumahan dan kawasan permukiman (Dinperkim) Kabupaten Rembang akan adu gagasan tertulis.

Tes gagasan tertulis akan digelar di Ruang Asisten III Sekretariat Daerah setempat, Selasa (13/3/2018).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang Suparmin melalui Kepala Bidang Mutasi Arif Romadlon menyatakan, pihak panitia seleksi sudah menyiapkan pelaksanaan tes gagasan tertulis.

“Kami menyiapkan segala hal untuk pelaksanaan tes gagasan tertulis. Tiap peserta nanti diberikan waktu selama 30 menit,” katanya kepada mataairradio.

Arif menyebutkan, dari 30 menit waktu tes gagasan tertulis, 10 menit akan dipakai untuk pemaparan, sedangkan 20 menit sisanya untuk sesi tanya jawab.

“Dari lima peserta, hanya empat orang yang akan lolos ke tahap tes berikutnya, yaitu uji kompetensi,” bebernya.

Hasil tes gagasan tertulis akan diumumkan pada Kamis siang 15 Maret 2018.

Mereka yang lolos, akan mengikuti uji kompetensi selama tiga hari mulai Senin 19 Maret mendatang di UNS (Universitas Negeri Surakarta).

“Untuk uji kompetensi, nanti ada lima penguji; dua di antaranya dari UNS,” katanya.

Lima peserta lelang jabatan yang akan mengikuti tes gagasan tertulis antara lain Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekda Rembang Agus Iwan Haswanto serta Plt Kepala Bidang Bangunan dan Gedung pada Dinperkim Rembang Joestinnarni.

Selain itu, mantan Kepala BPPKAD Kabupaten Fakfak Mohammad Endro Kusumo, mantan Kepala Bidang Kehutanan pada Dinas Pertanian dan Pangan Rembang Prasetyo, dan Kepala Bidang Penataan Lingkungan Hidup DLH Rembang Prastowo.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan