Lampu Lalu Lintas Pertigaan Clangapan Dianggap Membahayakan

Rabu, 16 Maret 2016 | 18:29 WIB
Setopan di kawasan Pertigaan Clangapan Kota Rembang yang menuai keluhan pengguna jalan, Rabu (16/3/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Setopan di kawasan Pertigaan Clangapan Kota Rembang yang menuai keluhan pengguna jalan, Rabu (16/3/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Lampu lalu lintas di kawasan Pertigaan Clangapan Kota Rembang dianggap membahayakan pengendara.

Pasalnya, lampu setopan untuk pengguna jalan dari arah barat serta menyimpang lurus menuju Lasem atau belok kanan ke Pamotan, menyala berbeda.

Ketika lampu bagi pengguna jalan ke arah Lasem menyala hijau, lampu bagi pengguna jalan ke arah Pamotan justru menyala merah.

Kendaraan dari arah barat yang hendak bablas ke arah Lasem, sering menyerempet kendaraan ke arah Pamotan yang sedang berhenti mengikuti setopan.

Sumardi, salah satu warga Tireman menganggap, pemasangan lampu lalu lintas di Pertigaan Clangapan mesti dikaji ulang.

Menurutnya, porsi bagi dua lampu lalu lintas dalam satu lajur jalan seharusnya disertai lebar yang cukup, agar tidak membahayakan.

“Sudah banyak pengendara yang jadi korban; terserempet kendaraan yang sama-sama melaju dari arah barat, tetapi yang bablas ke Lasem,” ujar Sumardi.

Sebagaimana Sumardi, Ahmad Mundofir, pengendara sepeda motor dari desa yang sama juga menyebut, lampu lalu lintas di Pertigaan Clangapan membahayakan pengendara.

“Iya. kondisi ruas jalan ini kurang lebar,” katanya.

Selain itu, sebagian besar pengguna jalan juga masih banyak yang tidak tertib lalu lintas karena nekat menerobos lampu merah.

“Yang sering menerobos lampu merah di ruas jalan itu adalah transportasi umum seperti bus jurusan Surabaya-Semarang dan pesepeda motor,” sebutnya.

Selasa (15/3/2016) sore misalnya, seorang pesepeda motor warga Desa Pulo Kecamatan Rembang kecelakaan akibat menerobos lampu merah.

Pria yang diketahui sebagai salah satu karyawan di Gudang Alfamart Pasarbanggi Kecamatan Rembang itu mengalami luka-luka ringan.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang Suyono ketika dihubungi reporter mataairradio Rabu (16/3/2016) pagi mengaku menerima keluhan masyarakat terkait lampu lalu lintas yang membahayakan pengendara di Pertigaan Clangapan.

“Memang nyalanya berbeda. Jika setopan dibuat tidak menyala berbeda, maka begitu lampu menyala merah, akan terjadi penumpukan kendaraan sehingga bisa menimbulkan kemacetan,” katanya.

Menurutnya, agar kerawanan serempetan tidak terjadi, pihaknya akan usul ke Dinas Bina Marga Jawa Tengah agar melebarkan jalan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan