Lagi, Sijago Merah Lalap Satu Unit Rumah Di Kasreman

Rabu, 3 Juli 2019 | 09:06 WIB

Kebakaran rumah yang terjadi di Desa Kasreman Kecamatan Rembang pada Rabu (3/7/2019) pagi sekira pukul 04.15. (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Kebakaran terjadi di Rembang tepatnya di Desa Kasreman Kecamatan Rembang pada Rabu (3/7/2019) pagi sekira pukul 04.15 waktu setempat. Akibat kejadian tersebut satu unit rumah belakang milik Syaifuddin warga RT 05 RW 01 Desa Kasreman ludes terbakar api karena rumah terbuat dari kayu sehingga membuat api cepat membesar.

Sekretaris desa setempat Muhammad Anwar menceritakan api berasal dari bekas pembakaran sampah di belakang rumah pada sore harinya. Karena lupa dipadamkan dan sekitar lokasi bekas pembakaran banyak tumpukan pupuk kandang yang didalamnya sangat mudah terbakar.

Dan pada pagi harinya ternyata bara bekas pembakaran sampah menjadi api yang besar dan menghabiskan satu unit rumah belakang. Anwar menambahkan jika rumah Syaifuddin terdiri dari dua unit, yang depan sudah ditembok namun yang belakang masih berupa kayu.

Atas kejadian tersebut korban mengalami beberapa kerugian diantaranya surat-surat penting seperti sertifikat dan juga ijasah, selain itu dokumen kependudukan berupa KTP, KK dan akta kelahiran juga hangus terbakar.

Terhadap musibah tersebut Anwar menegaskan Pamerintah Desa (Pemdes) Kasreman akan berupaya membantu korban melalui dana penanggulangan bencana yang ada di desa, namun besarannya masih menunggu musyawarah dengan Kades dan perangkat lainnya. Upaya yang lain adalah meminta kepada warga setempat untuk membantu seikhlasnya tetangga yang terkena musibah tersebut.

“Kepada Pak Syaifuddin kami harapkan agar ikhlas dan sabar terhadap cobaan tersebut, insyaallah Pemdes dan juga warga tidak tinggal diam,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Kabupaten Rembang Wiyoto mengaku mendapatkan laporan pada pukul 04.15 pagi hari tadi langsung bergegas meluncurkan armada pemadam sebanyak satu unit dan juga satu mobil tangki. Karena dirasa kurang maka pihaknya mengirimkan tambahan lagi selain juga ada tambahan mobil tangki dari warga. Jadi total keseluruhan untuk pemadaman ada dua pemadam dan empat tangki.

Terhadap kejadian tersebut dirinya mengimbau agar warga behati-hati jika membakar sampah, usahakan agar ditunggu sampai padam selain itu jika ingin bediang pada pagi hari jangan meninggalkan api dalam keadaan menyala apalagi sekitar api ada banyak benda yang mudah terbakar.

“Ini musim kemarau Mas, jadi kami imbau untuk hati-hati,” pungkasnya.

Banyaknya kasus kebakaran yang terjadi akhir-akhir ini mengharuskan kewaspadaan masyarakat, sampai awal Juli 2019 sudah ada 21 kejadian kebakaran di wilayah Rembang dan beberapa kebakaran dalam skala yang besar sehingga mengakibatkan kerugian materiil yang banyak seperti di Bulu dan Desa babaktulung Kecamatan Sarang.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor : Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan