Lagi, Dua Ekor Sapi Petani Sluke Diembat Maling

Kamis, 13 Oktober 2016 | 09:01 WIB
Lahan pertanian yang kekeringan di Kabupaten Rembang. (Foto: Arif Bahtiar)

Kasus pencurian sapi menjadi salah satu kejadian yang meresahkan warga di Kecamatan Sluke. Rabu dini hari 12 Oktober 2016, dua ekor sapi milik petani di Desa Blimbing diembat maling. (Foto: Arif Bahtiar)

 

SLUKE, mataairradio.com – Dua ekor sapi milik petani di Desa Blimbing Kecamatan Sluke diembat maling. Kasus pencurian sapi sering terjadi di daerah ini setidaknya dalam kurun sejak September kemarin.

Dua ekor sapi yang dimalingi itu milik Tasmin (60) warga RT 1 RW 1. Ternak ini ditempatkan di kandang yang dekat dengan Jalan Pantura desa setempat. Namun kandangnya tidak berpintu karena hanya bersekat dan beratap.

Peristiwa pencurian ternak pada Rabu dini hari 12 Oktober kemarin itu terjadi ketika turun gerimis. Akibat kejadian ini Tasmin mengaku merugi Rp35 juta. Pihak Kepolisian Sektor Sluke yang menerima informasi peristiwa pencurian itu dari kepala desa setempat segera turun ke lapangan.

Kapolsek Sluke AKP Bibit AS melalui Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Sluke Aiptu Yudi Kristianto menyatakan sudah melakukan olah tempat kejadian perkara pencurian ternak sapi tersebut. Ia membenarkan, sapi milik Tasmin hilang dicuri.

Dari hasil olah TKP, diketahui bahwa dua ekor sapi milik korban diseret ke barat hingga sejauh sekitar 200 meter, dekat dengan tanah kosong yang akan dipakai untuk bangunan penganut Shiddiqiyah.

“Kami temukan kotoran sapi yang masih basah, jejak tapak kaki sapi, jejak kaki diduga pelaku, dan jejak roda kendaraan di tanah kosong yang akan dipakai bangunan Shiddiqiyah. Jarak dari kandang ke tempat itu 200 meter. Kemungkinan di situ, sapi dinaikkan ke kendaraan,” bebernya.

Pihaknya kini masih menyelidiki pelaku pencurian yang diperkirakan lebih dari dua orang. Belum ada gambaran dari polisi mengenai apakah pelaku berasal dari luar daerah atau warga sekitar. Ia berharap masyarakat bersabar menunggu penyelidikan.

“Yang kami minta sekarang adalah agar korban melapor secara resmi ke Polsek Sluke. Sementara ini, kami menindaklanjuti hanya berdasarkan informasi lisan. Lapor saja. Kita sudah dorong korban untuk melapor secara resmi,” katanya.

Yudi menambahkan, sepanjang September hingga 13 Oktober ini, kasus pencurian sapi juga terjadi di Dukuh Kepel Desa Sendangmulyo dan di Desa Jatisari Kecamatan Sluke. Ditambah dengan pencurian yang terjadi di Blimbing, sapi yang hilang dicolong sudah enam ekor.

“Imbauan kami kepada masyarakat yang punya ternak piaraan agar menggiatkan ronda malam. Warga yang lain pun agar menggiatkan kembali siskamling. Hemat kami, cara-cara semacam itu akan efektif menekan potensi pencurian,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan