Kutipan Parkir Nakal di RSUD Termasuk Pungli

Selasa, 17 Januari 2017 | 16:43 WIB

Parkiran RSUD dr R Soetrasno Rembang. Kutipan parkir di tempat khusus itu kembali disorot karena besarannya di atas ketentuan Perda. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kutipan parkir yang tidak sesuai aturan bagi para pengunjung RSUD dr R Soetrasno Rembang kembali disorot publik.

Di karcis yang diperforasi oleh pihak Pemkab Rembang tertera nominal Rp1.000 tetapi petugas parkir sering kali mengutip Rp2.000 per sepeda motor.

Aisah misalnya, salah satu pengunjung rumah sakit tersebut mengaku ditarik ongkos parkir sebesar Rp2.000, padahal dirinya berada di RSUD tidak sampai delapan jam.

“Tadi ditarik dua ribu rupiah (ongkos parkir), saya datang sekitar pukul 09.00 WIB dan ini kembali jam 11.26 WIB,” ungkapnya kepada reporter mataairradio.com.

Pihak Dinas Perhubungan yang kembali dikonfirmasi mengenai kenyataan ini, spontan menyebut pungutan parkir yang tidak seseuai ketentuan termasuk pungli.

“Jika kutipan parkir melebihi aturan, termasuk pungli. Saya nggak tahu alasan mereka memungut di atas tarif,” ujar Kepala Dinhub Kabupaten Rembang Suyono.

Kepada mataairradio.com, Selasa (17/1/2017), ia menjelaskan, jasa parkir di tempat khusus seperti RSUD sudah ditentukan Rp1.000 per 8 jam bagi sepeda motor.

Aturan tersebut sesuai dengan Perda Nomor 5 Tahun 2010. Kutipan pakir Rp2.000, menurut Suyono, memungkinkan untuk dikenakan, tetapi ada ketentuannya.

“8 jam pertama Rp1.000, 8 jam berikutnya tambah Rp500, dan 8 jam setelahnya tambah Rp500 lagi, sehingga bisa dikenai Rp2.000 kalau 24 jam parkir,” terangnya.

Pihak Dinas Perhubungan berjanji kembali memperingatkan petugas parkir di RSUD karena mengutip parkir di atas yang ditetapkan peraturan adalah kejahatan.

“Kalau narik lebih dari Perda, jelas itu pelanggaran, pidana, dan itu kriminal. Sudah berulang kali kami peringatkan. Setelah ini, kami peringatkan lagi terakhir,” katanya.

Suyono mengancam akan melibas juru parkir nakal jika tetap membandel, dengan cara menggantinya dengan petugas langsung dari dinas mulai bulan depan.

“Teguran berulang kali. Rapat berulang kali. Sidak juga sudah berulang kali, bahkan kita sudah tegur keras. Terakhir, kalau tidak berubah, kita tempatkan orang dinas,” tegasnya.

Ia menambahkan, jumlah petugas parkir di RSUD ada belasan atau sekitar 19 orang. Dalam setahun, target pendapatan parkir di RSUD sebesar Rp180 juta.

“Soal pengelolaan retribusi parkir di tempat khusus menjadi kewenangan dinas perhubungan, meski lahan parkirnya milik RSUD. Hal itu sesuai ketentuan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan