Kunjungi Pasar Rembang, Sandiaga Uno Borong Dumbeg

Jumat, 11 Januari 2019 | 21:15 WIB

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno berdialog dengan beberapa pedagang di Pasar Rembang untuk menanyakan harga sembako dan juga memborong jajanan khas Rembang yaitu dumbeg, Jumat (11/1/2019). (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mendapatkan sambutan hangat dari para pedagang pada Jumat (11/1/2019) pagi atau tepatnya pukul 08.30 waktu setempat.

Sandi mengunjungi pasar melalui pintu utara Pasar Rembang dengan penampilan santai yaitu memakai kaos biru dan sandal. Ketika turun dari mobil puluhan emak-emak menyambutnya untuk sekedar bersalaman dan juga berswafoto.

Ia juga menyempatkan berdialog dengan beberapa pedagang untuk menanyakan harga sembako saat ini, dan juga memborong jajanan khas Rembang yaitu dumbeg.

Janjinya jika kelak terpilih, akan memprioritaskan penataan pasar tradisional, karena dianggap sebagai urat nadi perekonomian rakyat.

Disinggung terkait survei elektabilitas Prabowo-Sandi, pria berkacamata ini menyatakan bahwa elektabilitasnya sudah sampai 40 persen atau terpaut 10 persen dari petahana.

“Insya Allah angka survei kita terus naik,” ungkapnya.

Pihaknya saat ini konsen di isu-isu ekonomi sehingga jajaran relawan dan tim sukses harus mengangkat isu tersebut supaya visi misi pasangan Capres-Cawapres 02 bisa tersampaikan.

Karena penyampaian visi-misi Paslon oleh KPU RI ditiadakan maka tangal 14 Januari 2019 mendatang pihaknya akan menyampaikannya.

Sandi juga menyampaikan bahwa Rembang termasuk daerah yang sangat potensial apalagi terkait dengan kelautan dan perikanan, selain itu juga masuk jalur Pantura dan juga merupakan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga potensi perputaran ekonomi cukup tinggi.

“Rembang sangat strategis untuk perputaran ekonomi,” pungkasnya.

Disinggung keyakinan Prabowo-Sandi menang pada Pilpres mendatang, mantan Wakil Gubernur Jakarta ini menjawab bahwa manusia hanya berusaha dan berikhtiar, sedangkan hasilnya tergantung Tuhan.

 

Penulis: Mohammad siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan