Kuli Bangunan Tewas Tersengat Listrik di Tireman

Selasa, 12 April 2016 | 18:26 WIB
Petugas terkait bersama polisi mengevakuasi Abdul Latif, warga Balong Wetan Desa Kumendung Kecamatan Rembang yang tersengat listrik hingga tewas, Selasa (12/4/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

Petugas terkait bersama polisi mengevakuasi Abdul Latif, warga Balong Wetan Desa Kumendung Kecamatan Rembang yang tersengat listrik hingga tewas, Selasa (12/4/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang kuli bangunan bernama Abdul Latif (43) warga RT 2 RW 4 Dukuh Balong Wetan Desa Kumendung Kecamatan Rembang diketahui tersengat listrik hingga tewas, Selasa (12/4/2016) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kejadian nahas terjadi ketika korban tengah bekerja membuat rangka besi untuk pengecoran lantai II pembangunan rumah milik Kasmini di Desa Tireman Kecamatan Rembang. Ketinggian bakal lantai dua, sekitar lima meter dari tanah.

Diduga, korban lalai, sehingga secara tidak sengaja menyenggol kabel listrik tegangan tinggi, saat hendak berdiri dari jongkoknya ketika bekerja. Ia sebenarnya tak sendiri bekerja karena ada dua orang rekannya.

Namun dua rekan yang mengetahui korban kesetrum tidak bisa banyak menolong lantaran takut ikut tersengat, sehingga lebih memilih turun dan meminta tolong kepada warga sekitar.

Korban menderita luka bakar pada bagian mukanya dan meninggal dunia di tempat peristiwa.

Jasad Latif yang sudah tidak lagi bernyawa baru bisa dievakuasi oleh polisi dan petugas terkait, setelah aliran listrik setempat dipadamkan oleh pihak PLN, sekitar setengah jam setelah kejadian.

“Rumah yang sedang dibangun ini, posisinya kurang ke belakang, sehingga berdekatan dengan kabel besar (listrik tegangan tinggi, red.),” beber Saman, salah satu warga setempat kepada reporter mataairradio di dekat lokasi kejadian.

Seorang perempuan, saksi mata di lokasi yang enggan disebutkan namanya mengaku sempat menyaksikan dua orang sedang menolong seorang yang sedang kesetrum.

Ia mengaku tahu dua orang yang menolong itu adalah mertua dan adik ipar Latif, yang sama-sama kuli bangunan dan bekerja di rumah Kasmini.

“Iya ketika lewat, saya kaget di atas rumah ada orang yang minta tolong, sedang menolong kawannya. Masih keluarga semua, satunya mertua dan satunya adik ipar korban,” ungkapnya.

Dari pantauan di lokasi kejadian, tampak istri korban dan seorang anak perempuannya yang masih duduk di bangku TK, datang ke tempat peristiwa.

Begitu mengetahui Latif tewas di bangunan bakal lantai II, istri korban langsung berteriak histeris dan menangis keras, hingga pingsan.

Menurut keterangan beberapa warga Balong Wetan, Abdul Latif meninggalkan dua orang anak dan seorang istri. Anak pertamanya belum lama tamat dari bangku SMK dan kini telah bekerja.

Jenazah Latif diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan setelah dilakukan pemeriksaan oleh polisi. Jenazah korban dikebumikan pada Selasa (12/4/2016) malam.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan