Kuasai Sabu-sabu, Sopir dan Kenek Tronton Ditangkap

Senin, 27 Februari 2017 | 18:45 WIB

Hadi Pranoto (40) warga Desa Tasiksono Kecamatan Lasem, sopir truk tronton E 9010 HB ditangkap oleh aparat Satres Narkoba Polres Rembang lantaran menguasai sabu-sabu. Diduga, ia pengedar selain juga pemakai narkotika golongan I tersebut. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Aparat dari Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Rembang baru-baru ini menangkap seorang sopir serta kenek truk tronton lantaran menguasai narkotika golongan I jenis sabu-sabu.

Dari hasil penyelidikan polisi, sang sopir, Hadi Pranoto (40) warga Desa Tasiksono Kecamatan Lasem berkecenderungan mengedarkan, selain juga memakai, sedangkan keneknya Agus Suparyanto (29) warga Desa Dorokandang sebatas mengonsumsi aktif sabu-sabu.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengungkapkan, penangkapan sopir dan kenek truk tronton E 9010 HB bermula dari adanya informasi dari masyarakat bahwa ada seorang sopir truk tronton membeli, memiliki, dan menguasai sabu-sabu.

“Informasi yang kami terima sopir truk tronton itu akan melintas di Jalan Pantura di wilayah Kabupaten Rembang. Kemudian, anggota Satuan Reserse Narkoba melakukan penyelidikan,” katanya kepada mataairradio.com.

Polisi menghentikan truk dimaksud di depan Makolantas Polres Rembang, Kamis (23/2/2017) siang. Setelah sopir dan kenek ditangkap serta digeledah, ditemukan sejumlah barang bukti seperti pipet kaca dengan sisa sabu-sabu, plastik klip bening bersisa sabu-sabu, dan sedotan.

“Barang buktinya, 1 buah pipet kaca dengan sisa sabu-sabu, 1 buah plastik klip warna bening yang masih ada sisa narkotika jenis sabu, 1 buah ponsel merk Nokia warna Hitam, 1 buah sedotan plastik yang ujungnya diruncingkan, 14 buah sedotan platik, dan satu truk tronton,” katanya.

Hingga Senin (27/2/2017) petang, dua orang tersangka tersebut ditahan di Mapolres Rembang. Mereka dijerat dengan Pasal 112 dan 114 subsider Pasal 127 lebih subsider Pasal 131 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang ancaman pidananya maksimal 14 tahun penjara.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan