KTP ASN Tak “Laku” Untuk Dukung Calon Perseorangan Maju Pilkada

Senin, 11 November 2019 | 19:34 WIB

REMBANG, mataairradio.com – Kartu Tanda Penduduk (KTP) Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak dapat digunakan sebagai syarat dukungan di Pilkada Rembang 2020 mendatang, bagi calon perseorangan.

Ketua Bawaslu setempat Totok Suparyanto menyatakan, dalam Undang-undang ASN jelas disebutkan bahwa ASN harus bersikap netral dalam Pemilu dan Pilkada.

Apabila di dalam verifikasi faktual nantinya ditemukan dukungan dari ASN berupa KTP kepada calon perseorangan, maka dukungan tersebut dianggap tidak memenuhi syarat (TMS).

Mulai saat ini, pihak Bawaslu mengingatkan kepada masyarakat khususnya kepada ASN untuk tidak memberikan dukungan berupa KTP.

“Kita sudah sosialisasi kepada masyarakat jauh-jauh hari dalam rangka pengawasan dan pencegahan,” ungkapnya.

Komisioner KPU Rembang Zaenal Arifin menyatakan, sesuai dengan peraturan komisi pemilihan umum yang sudah berlaku; bahwa TNI/Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), penyelenggara Pemilu, kepala desa dilarang memberikan dukungan kepada calon perseorangan.

Dalam praktiknya, jika ditemukan ada KTP dengan profesi tersebut maka oleh pihak KPU lembaran dukungan tersebut dianggap TMS.

Untuk Rembang syarat dukungan calon perseorangan harus mengumpulkan E-KTP sebanyak 41.484 lembar.

Pihaknya mengaku, sudah melakukan sosialisasi kepada sejumlah Ormas, tokoh masyarakat, dan juga dua pasangan caon yang disebut-sebut oleh media akan maju lewat jalur perseorangan.

“Sampai saat ini memang belum ada yang daftar, karena tahapan pengumpulan dukungan baru dibuka 11 Desember 2019 sampai 5 maret 2020,” katanya.

Komisioner asal Sulang ini menambahkan, kalau bakal calon perseorangan sudah bisa mengumpulkan dukungan mulai sekarang. Sehingga saat pembukaan pendaftaran Cabup dan Cawabup pada Juni 2020 nanti, tiket untuk mengikuti kontestasi Pilkada bisa terpenuhi.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor : Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan