KPU Jateng Dampingi Coklit di Kediaman Gus Mus dan Mbah Maimoen

Sabtu, 20 Januari 2018 | 16:37 WIB

Kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih secara serentak untuk Pilgub Jateng 2018 di kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Sabtu (19/1/2018) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah mendampingi pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih secara serentak untuk Pilgub Jateng 2018 di kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Sabtu (19/1/2018) pagi.

Komisioner KPU Jawa Tengah Ikhwanudin menjelaskan, Coklit serentak dengan sasaran pertama para tokoh dilakukan untuk memberikan gaung kepada masyarakat sekaligus sosialiasi Pilgub Jawa Tengah yang akan digelar pada 27 Juni 2018.

Namun petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang juga didampingi oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK) Rembang dan KPU kabupaten setempat, tidak berhasil mencoklit Gus Mus karena pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibien Leteh ini masih di luar kota.

“Kita akan Coklit ulang atau akan datang di kesempatan lain manakala beliau (Gus Mus) sudah ada di rumah. Di rumah ada putra (menantu) beliau, Gus Wahyu, dan sudah kita Coklit tadi,” katanya.

Wahyu Salvana, salah seorang menantu Gus Mus membenarkan, bahwa sang kiai sedang berada di luar kota. Ia mengaku tidak tahu kapan Gus Mus pulang.

“Nanti kami berikan kabar kepada KPU bila Abah (Gus Mus, red.) sudah pulang dan bila KPU mau di-Coklit lagi,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga membeberkan bahwa Gus Mus hampir tidak pernah absen memberikan hak pilihnya setiap berlangsung pemilihan umum.

“Abah itu dalam hal demokrasi dan untuk kepentingan Indonesia selalu dukung. Abah juga tidak pernah tidak menggunakan hak pilihnya,” terangnya.

Mengenai apakah PPDP akan melakukan Coklit terhadap santri di pesantren ini, Wahyu mengatakan, biasanya santri di data sebagai pemilih di daerah asal mereka.

“Santri yang berasal dari Rembang juga diberikan kesempatan pulang untuk “nyoblos” pada saat pemungutan suara,” katanya.

Selain di kediaman Gus Mus, KPU Kabupaten Rembang dan Provinsi Jawa Tengah juga melakukan Coklit di kediaman KH Yahya Cholil Staquf di kompleks yang sama. PPDP diterima oleh adiknya, Hanies Cholil Barro’.

Setelah itu rombongan bergerak ke tokoh lainnya. KH Maimoen Zubair (Mbah Maimoen) juga menjadi sasaran Coklit.

Coklit serentak se-Indonesia dimulai pada 20 Januari ini dan dijadwalkan berlangsung hingga 18 Februari mendatang atau selama 30 hari.

Bupati, Wakil Bupati, dan sejumlah pejabat Pemkab Rembang juga menjadi sasaran Coklit serentak hari ini.

1.300 PPDP di Rembang dikerahkan untuk Coklit.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan