KPU Andalkan Pos Indonesia Distribusi Logistik Pilgub

Senin, 11 Juni 2018 | 14:34 WIB

Pengepakan logistik Pilgub Jateng 2018, di gudang KPU Rembang, Ahad (10/6/2018). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – KPU Kabupaten Rembang mengandalkan PT Pos Indonesia untuk distribusi logistik Pilgub 2018.

Sekretaris KPU Kabupaten Rembang Satrio Wibisono mengatakan, distribusi logistik akan dilakukan ke masing-masing panitia pemilihan kecamatan pada 24-25 Juni 2018.

Distribusi logistik ini, menurutnya, sengaja dibuat mepet dengan hari pemungutan suara untuk mengantisipasi spekulasi miring dan keamanan surat suara.

“Mengapa mendekati, karena memang diantisipasi pengamanan kemudahan distribusinya, biar tidak terganggu. Kalau jauh hari di PPK bisa menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

Wibisono juga mengatakan, hingga Senin (11/6/2018) pagi, tahapan Pilgub Jateng masih dalam proses pengepakan seluruh logistik yang dibutuhkan.

Selain KPU, pengepakan melibatkan PPK dan PPS. Targetnya, 14 Juni nanti, pengepakan akan selesai.

Ia mengakui, pengepakan logistik Pilgub, tertantang oleh tahapan lain karena beruntun. Seperti verifikasi faktual calon DPD jalur perseorangan dan rekapitulasi DPHP untuk Pemilu 2019.

“InsyaALlah pengepakan akan selesai tanggal 14 Juni. Ini tugasnya beruntun. Ada verifikasi DPD dan DPHP Pemilu 2019, sehingga kita kerja ekstra,” tandasnya.

Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud mengatakan, logistik pemilu terdiri atas kotak suara, bilik suara, tinta, formulir, hologram, alat tulis kantor, alas mencoblos, dan “template”.

Selain itu, juga terdiri atas sampul, gembok kotak suara, dan kertas suara. Ia menegaskan, logistik Pilgub Jateng 2018 akan didistribusikan ke setiap PPK setelah Lebaran nanti.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan