KPU Akan Rekrut 1.368 Petugas Coklit

Tuesday, 23 June 2020 | 17:17 WIB

Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU). (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang akan merekrut 1.368 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) guna melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih.

Tahapan coklit sendiri adalah salah satu tahapan penting untuk memutakhirkan data baik itu mengeluarkan data yang tidak memenuhi syarat karena meninggal atau data pemilih baru. Perekrutan PPDP dimulai Rabu, 24 Juni hingga 14 juli 2020 mendatang.

Komisioner KPU Rembang Zaenal Abidin saat ditemui reporter mataairradio pada Selasa (23/6/2020) pagi menjelaskan bahwa tiap satu tempat pemungutan suara (TPS) maka akan di coklit oleh satu PPDP sehingga dibutuhkan 1368 sesuai dengan jumlah TPS di Rembang untuk Pilkada 2020.

Perekrutan PPDP dilakukan secara tertutup oleh KPU, namun didelegasikan kepada PPS sehingga di lapangan panitia pemungutan suara yang memilih PPDP dengan masa kerja kurang lebih satu bulan.

“Untuk persyaratan sendiri secara normatif hampir sama dengan PPS seperti minimal pendidikan SMA, minimal usia 17 tahun, warga negara Indonesia, tidak aktif dalam partai politik,” ungkapnya.

Namun demikian Bidin menyarankan kepada PPS, nantinya jika memilih PPDP disarankan yang bertubuh sehat agar pekerjaan bisa lancar, apalagi nantinya dalam coklit akan menggunakan protokol kesehatan Covid-19.

Disinggung masalah honor, Bidin menegaskan selama kira-kira satu bulan dengan mencoklit kurang dari lima ratus pemilih honor PPDP sebesar Rp450 ribu. Harapannya banyak generasi muda yang ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi Pilkada ini. Salah satunya ikut aktif menjadi PPDP.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan