Korsleting, Mobil Dinas Pramuka Terbakar di Jalanan

Kamis, 27 April 2017 | 19:06 WIB

Mobil dinas milik Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Rembang terbakar di jalanan, Kamis (27/4/2017). Diduga, terdapat korsleting di kelistrikan mobil jenis Toyota Kijang LGX tersebut. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Mobil dinas milik Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Rembang terbakar di jalanan, Kamis (27/4/2017). Diduga, terdapat korsleting di kelistrikan mobil jenis Toyota Kijang LGX tersebut.

Awalnya, mobil berpelat merah K 9505 PD meluncur keluar dari Kantor Kwarcab Rembang sekitar pukul 10.00 WIB. Kendaraan dikemudikan Marwan, hendak menuju Jepara guna takziah.

Namun baru sekitar 20 meter mengaspal di Jalan Pemuda, sebelah utara kantor tersebut, terdengar suara ledakan dari enjin mobil di bagian depan. Mobil pun ditepikan.

“Begitu terdengar seperti ada ledakan, saya langsung menepi,” tuturnya.

Marwan mengaku enjin mobil yang dikendarainya sempat tersendat-sendat. Tuas gas pun diinjaknya beraturan, sehingga enjin kembali terasa normal.

“Tapi yang terjadi justru api keluar dari balik kap mobil,” katanya.

Seketika ia pun panik dan meminta pertolongan dari warga sekitar. Tidak berselang lama, petugas pemadam kebakaran pun tiba setelah salah seorang warga menginformasikan kabar mobil terbakar.

Petugas pemadam kebakaran segera beraksi. Api dipadamkan dulu dengan alat pemadam api ringan atau APAR. Tujuannya untuk menetralisir titik api.

“Betul. Kami padamkan dengan APAR dulu. Kita cari titik apinya,” kata Sarpani, salah seorang petugas pemadam kebakaran.

Setelah itu, satu mobil pemadam kebakaran dan satu mobil tangki difungsikan. Sarpani menduga, api berasal dari korsleting pada kabel bodi kendaraan.

“Sepertinya terjadi korsleting di kabel bodi di bagian kap. Untungnya hanya bagian depan saja yang terbakar,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan