Korban Tewas Akibat Kecelakaan Kerja di PLTU Jadi Dua Orang

Selasa, 30 Agustus 2016 | 15:02 WIB
Situasi depan UGD RSUD dr R Soetrasno Rembang dipadati oleh sekitar 50 orang karyawan PLTU Sluke sejak pukul 19.00 hingga pukul 22.00 WIB. (Foto: mataairradio.com)

Situasi depan UGD RSUD dr R Soetrasno Rembang dipadati oleh sekitar 50 orang karyawan PLTU Sluke sejak pukul 19.00 hingga pukul 22.00 WIB. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Korban tewas akibat kecelakaan kerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) yang berlokasi di Desa Leran Kecamatan Sluke pada Kamis 18 Agustus lalu bertambah menjadi dua orang.

Setelah Andik Purwanto warga Desa Sumberjo Kecamatan Jaken-Pati yang meninggal pada Senin malam 22 Agustus lalu dalam perawatan di Rumah Sakit Columbia Semarang, Senin (29/8/2016), Agus Suliyono warga Desa Sumberanyar Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan-Jatim, dikabarkan menyusul meninggal.

Manajer PT PLN (Persero) yang membawahi PLTU Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) Rembang, Yudhi Bagaskara saat dihubungi oleh mataairradio membenarkan kabar tersebut. Agus meninggal Senin (29/8/2016) pagi di rumah sakit.

“Ya betul. (Agus Suliyono) Meninggal dunia kemarin pagi. Sudah dimakamkan juga kemarin,” kata Yudhi melalui sambungan telepon pada Selasa (30/8/2016) siang.

Atas meninggalnya Agus, Yudhi menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan perhatian kepada korban dalam bentuk biaya pemakaman. Soal santunan, saat ini manajemen sedang membantu pihak keluarga memproses pencairan klaim dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Perhatian kepada korban, ya pasti. Minimal karena korban adalah anggota BPJS Ketenagakerjaan, kita bantu (pengajuan klaimnya). Saat ini ahli waris sedang melengkapi syarat administrasi (pencairan klaim),” katanya.

Sementara itu, mengenai kondisi dua korban lainnya masing-masing Misbahrul dan Suwardi, pihak PLTU mengklaimnya sudah terus membaik dari kondisi mereka yang sebelumnya.

“Perkembangan dua korban lainnya sudah membaik. Alhamdulillah. Doakan semoga segera pulih,” katanya.

Sebelumnya, empat karyawan PLTU Sluke, Rembang, mengalami kecelakaan kerja dan dilarikan ke rumah sakit karena terpapar semburan uap panas di area mesin penggerak turbin, lantai tiga PLTU Rembang, Kamis (18/8/2016).

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan