Korban Percobaan Pembunuhan Bantah Pengakuan Pelaku

Sabtu, 24 Desember 2016 | 12:01 WIB
Hanafi Nur Rohman, warga Desa Polbayem Kecamatan Sumber korban percobaan pembunuhan Rendi Ardiansyah warga Desa Pelemsari kecamatan setempat, masih dirawat di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Sabtu (24/12/2016). (Foto: Pujianto)

Hanafi Nur Rohman, warga Desa Polbayem Kecamatan Sumber korban percobaan pembunuhan Rendi Ardiansyah warga Desa Pelemsari kecamatan setempat, masih dirawat di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Sabtu (24/12/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Korban percobaan pembunuhan di Desa Polbayem Kecamatan Sumber membantah pengakuan tersangka terkait motifnya.

Tersangka, Rendi Ardiansyah alias Dian (24), kepada polisi mengaku nekat mencoba membunuh Hanafi Nur Rohman (20) karena terbakar api cemburu.

“Tidak benar itu (ada affair dengan istri Dian). Saya kenal istrinya saja baru kemarin. Kenal ketika ngantar pulang dia ke Pelemsari,” kata Hanafi, Sabtu (24/12/2016).

Ia mengaku menyesalkan pengakuan tersangka pelaku tersebut, apalagi yang bersangkutan sudah cukup lama dikenalnya atau sudah sejak tiga tahun lalu.

“Tuduhan itu tidak berdasar. Saya berteman sudah tiga tahun. Saya kenal dari teman-teman. Dia kawan main,” akunya yang kini masih dirawat di rumah sakit.

Kepada mataairradio.com, Hanafi justru menduga, motif percobaan pembunuhan itu adalah hasrat tersangka yang ingin menguasai motor Ninja milik korban.

“Saya dan keluarga menduga, (tersangka) ingin memiliki motor Ninja saya. Kalau saya mati, keluarga kan nggak tahu. Dia ngaku ke bapak warga Sulang,” bebernya.

Ia pun menduga, hasrat ingin menguasai motor Ninja baru ini kemungkinan karena yang bersangkutan terjebak utang atau butuh dana yang mendesak.

“Dugaan ini juga karena sebelumnya korban mau pinjam motor. Nggak saya kasih. Terus saya tawarkan mengantarkannya ke rumah teman, tapi nggak mau.

Terus saya bilang, ya sudah tidur dulu. Tapi, saat tidur, tahu-tahu, saya digorok pakai celurit. Saya bangun melawan, terus saya rebut celuritnya,” beber Hanafi.

Ia menuturkan, tersangka pelaku tidak hanya membawa celurit, tetapi juga pisau. Tersangka melukai korban pada bagian leher bagian kiri dan kanan.

“Setelah mencoba membunuh saya dengan menggorok leher, dia kabur. Saya kejar, tetapi mata saya tiba-tiba gelap. Saya jatuh. Dada saya kena bagian celurit,” tuturnya.

Tersangka kabur dengan berlari ke arah hutan, tetapi akhirnya berhasil ditangkap. Petugas Polsek Sumber lantas menyerahkan tersangka ke Polres Rembang.

“Kami masih menyelidiki motif lain. Sejauh hasil penyidikan sementara, motifnya karena terbakar cemburu,” ungkap Kepala Satreskrim Polres Rembang Iptu Ibnu Suka.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan