Korban “Broken Home”, Seorang Anak Menderita Gizi Buruk

Monday, 24 July 2017 | 16:46 WIB

Ayu, penderita gizi buruk berasal dari Desa Sendangwaru Kecamatan Kragan saat dirawat di Ruang Flamboyan RSUD dr R Soetrasno Rembang, Senin (24/7/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang anak berusia 11 tahun mengalami gizi buruk akibat ditelantarkan oleh orang tuanya. Namanya Ayu, 11 tahun. Orang tuanya, Darwi (50) dan Surti (40) sudah dua tahun yang lalu bercerai.

Senin (24/7/2017) pagi, Ayu dirawat di Ruang Flamboyan RSUD dr R Soetrasno Rembang. Ia ditemani kakak kandung Surti, Sulastri. Kepada mataairradio.com, Sulastri mengisahkan kronologi hingga Ayu menderita gizi buruk.

Menurutnya, Surti bercerai dengan suaminya sepulang keduanya merantau bekerja di Mojokerto, Jawa Timur. Surti lantas tinggal di rumah Sulastri di Desa Candimulyo Kecamatan Sedan. Darwi pulang ke Sendangwaru, Kragan.

“Sewaktu cerai, Ayu umur sembilan tahun. Ayu nggak sempat SD. Sempat di TK, itupun nggak sampai selesai. Di umur itu, Ayu ditinggal ibunya bekerja sebagai TKW di Malaysia. Ayu pun sempat dirawat oleh ayahnya,” tuturnya.

Namun, karena sang ayah menikah lagi, Ayu dititipkan kepada neneknya, orang tua Darwi. Sejak saat itu, Ayu tumbuh tanpa kasih sayang Darwi dan Surti. Menurut Sulastri, Ayu pun tidak dirawat secara layak oleh sang nenek.

“Sejak diasuh oleh neneknya, berat badan Ayu terus menyusut, hingga akhirnya menderita gizi buruk. Sejak ditinggal, ibunya nggak pernah ngirim uang ke Ayu. Baru saat Ayu masuk rumah sakit ini, dikirimi satu juta rupiah,” katanya.

Mengenai siapa yang membawa Ayu sehingga dirawat di rumah sakit, Sulastri mengaku tidak tahu. Ia tahu kalau Ayu dirawat setelah dikabari oleh saudaranya. Katanya Ayu sebelumnya dijemput oleh mobil dari Pemkab Rembang.

Berdasarkan pantauan mataairradio.com di rumah sakit, kondisi Ayu tampak segar. Dari keterangan Sulastri, berat badannya sudah naik tiga kilogram. Dari 10 kilo, kini 13 kilogram. Ayu sudah dirawat lebih dari sepekan ini.

“Ibunya (Surti) sudah telepon. Katanya, saya diminta merawat Ayu baik-baik. Nggak boleh dititipkan di panti asuhan Soal biaya, akan ditanggungnya. Sewaktu umur lima tahun, Ayu katanya juga pernah menderita step atau kejang,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan