Komisi C Pertanyakan Pemavingan “Berkedok” Pelebaran Jalan Pahlawan

Senin, 19 November 2012 | 18:39 WIB

Ilustrasi : Pemasangan Paving

Rembang – MataAirRadio.net, Komisi C DPRD Kabupaten Rembang menyatakan akan melakukan pengawasan intensif bahkan hingga meminta keterangan dari pelaksana proyek peningkatan Jalan Pahlawan sepanjang 850 meter, menyusul pelebaran jalan yang dilakukan justru dengan pemavingan dan pengerasannya menggunakan batu putih grosok.

Namun, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Rembang, Puji Santoso kepada reporter MataAir Radio, Senin (19/11) mengaku, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu sumber dana proyek yang disebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp472.575.000 itu.

Sebab, dalam nomenklatur di DPRD Kabupaten Rembang, tidak ada pekerjaan peningkatan jalan sebagaimana dimaksud. Apalagi, jika pelaksana proyek nekat menguruk bakal lebaran hanya dengan batu pedel. Ia berencana mengklarifikasi Dinas Pekerjaan Umum.

Dengarkan rekaman disini.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang, Raharjo menyebutkan, pelebaran jalan memang sengaja dilakukan dengan pemavingan.

Pelebaran jalan itu, kata Raharjo, diperuntukkan untuk para pejalan kaki atau sepeda motor. Namun, dari pantauan reporter MataAir Radio, permukaan jalan yang dibuat sepadan tingginya dengan badan jalan, menandakan pelebaran jalan itu dispesialkan bukan untuk pejalan kaki.

Raharjo menyebutkan, pelebaran jalan dilakukan masing-masing satu meter pada sisi kanan dan kiri, dan dimaksudkan untuk pelalu lintas yang hendak ke rumah sakit.

Sementara itu, untuk diketahui, pada papan pekerjaan tersebut terpampang jelas bahwa nama pekerjaan adalah peningkatan Jalan Pahlawan, bukan pelebaran.

Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Wahyudi dengan nilai kontrak Rp472.575.000 dan berasal dari dana alokasi khusus 2012. Pekerjaan peningkatan jalan sepanjang 850 meter itu dimulai pada 25 Oktober hingga 8 Desember 2012. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan