KKP: Puluhan Kapal Cantrang Tak Ikuti Pendataan

Rabu, 14 Februari 2018 | 17:17 WIB

Ratusan kapal cantrang berlabuh di dermaga sisi timur Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung, Rabu (14/2/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan belum semua kapal cantrang di Kabupaten Rembang masuk dalam pendataan.

Jumlah kapal yang belum masuk pendataan hingga 35 kapal.

“Baru 227 kapal yang masuk pendataan,” kata Dirjen Perikanan Tangkap KKP Sjarief Widjaja.

Padahal, menurut data di Kantor PPP Tasikagung, jumlah kapal cantrang di daerah ini 262 kapal.

Ia juga menyebutkan, 227 kapal ini milik 131 orang.

Namun hingga Selasa (13/2/2018) petang, KKP baru melakukan wawancara terhadap 117 pemilik dan merampungkan cek fisik untuk 79 kapal.

Ia mengungkapkan, hingga Rabu (14/2/2018) pagi, dari 227 kapal yang masuk pendataan, baru 13 kapal di antaranya yang dinyatakan memenuhi syarat.

“Selebihnya akan selesai dalam tiga hari ke depan,” katanya.

Mereka yang memenuhi syarat atau dokumennya lengkap serta cocok cek fisik dan grosse akta kapalnya, tinggal membayar penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan memasang VMS (Vessel Monitoring System).

“Pemasangan VMS hanya tiga jam,” katanya.

VMS ini merupakan alat semacam GPS yang berfungsi antara lain untuk memantau pergerakan kapal dan mengarahkan area tangkap.

Selain itu juga untuk memudahkan deteksi bila terjadi kecelakaan di laut.

Dirjen KKP menambahkan, hampir semua kapal cantrang yang masuk dalam pendataan melakukan manipulasi ukuran atau markdown.

“Di Rembang, nelayan mengakukan kapalnya berbobot mati 29 GT, tapi nyatanya 40-50 GT. Pergeserannya tidak separah di Tegal. Ngakunya 30 GT nyatanya sampai 150 GT,” katanya.

Kapal ukuran ini, menurut Sjarief, cocok melaut di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) 712, maksimal 12 mil. WPP ini termasuk Natuna.

“Jika melaut jauh ke timur, ke Arafuru misalnya, akan sangat riskan,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan