Kibnu Harto Slamet, Pelatih Kepala PSIR

Jumat, 15 Februari 2013 | 19:01 WIB
Direktur Teknik PSIR, Bambang "Max" Handoyo

Direktur Teknik PSIR, Bambang “Max” Handoyo

REMBANG, MataAirRadio.net – Perburuan klub PSIR terhadap sosok pelatih kepala akhirnya berakhir. Klub kebanggaan Wong Rembang ini telah mendapatkan pelatih berlisensi A dari Asian Football Confederation (AFC) bernama Kibnu Harto Slamet.

Direktur Teknik PSIR Bambang Handoyo kepada reporter MataAir Radio, Jumat (15/2) pagi mengungkapkan, Kibnu merupakan koleganya juga rekan dari pelatih PSIR Haryanto.

Meski sudah memastikan akan menggunakan jasa pelatih yang pernah menjadi penasehat teknis Persikas Kabupaten Semarang ini, namun Bambang menyatakan belum bisa menjelaskan peran Kibnu dalam meramu tim.

Mengingat persiapan PSIR yang sudah terlanjur sedemikian panjang, menurutnya ada kecenderungan Kibnu hanya akan memoles pemain yang sudah ada. Namun, Bambang menegaskan, peran Kibnu masih akan dibicarakan dengan pihak manajemen dan pengelola klub PSIR.

Untuk diketahui, Kibnu Harto Slamet merupakan satu dari 66 pelatih yang mengantongi lisensi A dari AFC. Pelatih asal Semarang ini juga tercatat sebagai salah satu pegawai negeri sipil di Kabupaten Semarang.

Chief Executive Officer PT Rembang Sportindo Mandiri selaku pengelola klub PSIR, Charis Kurniawan menambahkan, selain menjadi pelatih kepala, Kibnu Harto Slamet juga akan dimanfaatkan jasanya untuk memberikan arahan teknis kepada tim PSIR musim ini.

Dengan keberhasilan merekrut pelatih yang sempat mengenyam studi pascasarjana di Universitas Islam Sultan Agung Semarang ini, maka kata Charis, posisi Haryanto di PSIR akan dilengser menjadi asisten pelatih dan tidak ada masalah terkait hal itu.

Setelah ini, PSIR akan fokus persiapan melakoni laga perdana menjamu Persema Malang di Stadion Krida Rembang pada 26 Februari mendatang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan