Kewalahan Halau Pencuri, Perhutani Minta Dibekali Senpi

Rabu, 29 Juni 2016 | 16:09 WIB
Hutan di wilayah Kecamatan Sale yang berada di kawasan Kesatuan Pemangkuan Hutan Kebonharjo, yang rawan pencurian. Pihak serikat pekerja meminta agar polisi hutan kembali dilengkapi dengan senjata api guna menghalau gerombolan pencuri yang kian mengeri. (Foto: Pujianto)

Hutan di wilayah Kecamatan Sale yang berada di kawasan Kesatuan Pemangkuan Hutan Kebonharjo, yang rawan pencurian. Pihak serikat pekerja meminta agar polisi hutan kembali dilengkapi dengan senjata api guna menghalau gerombolan pencuri yang kian mengeri. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak kesatuan pemangkuan hutan di wilayah Kabupaten Rembang kewalahan menghalau penjarah kayu yang pada akhir-akhir ini beraksi secara leluasa karena bergerombol hingga 60 orang dan nekat melumpuhkan petugas.

Atas fenomena ini, serikat pekerja di Perum Perhutani KPH Mantingan dan Kebonharjo mendorong pelengkapan petugas polisi hutan dengan senpi atau senjata api guna menyiutkan nyali para maling kayu.

Ismartoyo, Kepala Urusan Humas KPH Mantingan membenarkan, taji petugas keamanan hutan meredup karena kini para penjarah kayu tidak lagi takut dengan petugas, sehingga berbanding terbalik dengan era dahulu.

“Dulu petugas disegani, sekarang mereka nggak takut, bahkan nekat melukai atau menyandera, agar leluasa mencuri kayu. Makanya kemarin para anggota serikat mengusulkan kepada Direksi Perum Perhutani agar kembali melengkapkan senpi kepada petugas,” katanya.

Apalagi, menurutnya, secara jumlah petugas keamanan hutan, masih jauh dari ideal karena saat ini setiap BKPH dijaga oleh masing-masing 4 orang polisi hutan, sedangkan luasan hutan per BKPH berkisar antara 400-600 hektare.

“Memang kadang kami memperbantukan mandor tanam seperti saat periode rawan menjelang Lebaran sekarang ini. Tetapi itu juga tidak seefektif kalau seperti dulu (dibekali senjata api, red.). Terlebih sekarang, alat penjarah itu canggih, sehingga mencuri hanya dalam 10-15 menit,” terangnya.

Ajun Administratur KPH Kebonharjo Pandoyo juga menilai, petugas perlu dibekali dengan senjata api atau senpi, terutama di beberapa BKPH rawan pencurian.

“Semestinya petugas dibekali dengan senjata api. Selain itu, tidak adanya tim penyidik di tubuh Perhutani juga menjadi kendala penanganan kasus pencurian,” bebernya kepada wartawan.

Saat ini, katanya, yang bisa dilakukan oleh Perhutani adalah memaksimalkan petugas untuk kegiatan patroli termasuk di momen menjelang lebaran seperti sekarang.

“Salah satu cara mencegah penjarahan hutan adalah dengan melakukan patroli rutin,” tegasnya.

Dalam pengamanan menjelang Lebaran ini, pihak KPH Kebonharjo mengaktifkan tujuh pos induk yang tersebar di delapan BKPH serta melibatkan lembaga masyarakat desa hutan dan petugas di kepolisian sektor setempat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan