Kesadaran akan Arsip di Pemerintah Desa Masih Rendah

Senin, 23 Desember 2019 | 18:47 WIB

Penutupan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Pendapa Museum Kartini Rembang, Senin (23/12/2019). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio. com – Petugas arsip untuk penataan data di sebagian besar desa di Kabupaten Rembang masih tergolong langka. Kondisi itu disebabkan karena kesadaran akan pentingnya pengarsipan dokumen masih rendah.

Hal ini diketahui saat 80 mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang selesai melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata di sejumlah desa di kabupaten ini.

Selama delapan hari, sejak 15 hingga 23 Desember 2019 mereka berkeliling hampir ke semua desa dan kelurahan.

Cahyadi Setyo Hartati mengaku senang dengan pengalaman berharga ini karena mereka terjun di banyak tempat, yang biasanya KKN hanya berada di satu tempat. Menurutnya, dengan begitu, para mahasiswa bisa menganalisa dengan sampel yang lebih banyak.

Dari hasil KKN yang telah ia lakukan, dia menyimpulkan, pemerintah desa di Rembang tidak memiliki pegawai yang khusus menangani kearsipan, sehingga banyak data yang tidak tersusun dengan rapi.

Ia merekomendasikan, supaya pemerintah desa memberdayakan pemuda potensial di masing-masing desa untuk mengelola kearsipan.

“Baru kali ini KKN muter di banyak tempat sehingga kita bertemu dengan banyak orang. Sayangnya selama kita analisa penyusunan arsip desa kurang rapi, karena tidak ada personil khusus yang menangani hal itu,” ungkapnya.

Setiap hari mereka menata arsip desa sekitar tiga sampai empat jam. Para mahasiswa harus berpacu dengan waktu untuk merampungkan arsip di 294 desa atau kelurahan yang tersebar di 14 kecamatan selama delapan hari.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Rembang Agus Salim mengatakan, pelaksanaan pendataan dan penataan arsip tersebut, selain dikerjakan oleh mahasiswa KKN Undip juga dibantu oleh empat sekolahan di Rembang.

Di antaranya yaitu SMK Umar Fatah, SMK Muhammadiyah, SMK Cendekia, dan SMK Yos Sudarso. “Jadi ada penataan kearsipan, termasuk alih media. Sehingga arsip sudah didigitalisasi agar lebih aman, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor : Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan