Kerugian Negara Dihitung, Bambang Joko Ajukan Ahli

Rabu, 20 Februari 2013 | 15:22 WIB

REMBANG, MataAirRadio.net – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP Jawa Tengah sedang menghitung besarnya kerugian negara atas kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar untuk SD dan SMP 2010 yang membelit oknum pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Bambang Joko Mulyono.

Demikian diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang Ali Mukhtar kepada reporter MataAir Radio, Rabu (20/2) pagi.

Menurut Ali, perhitungan kerugian negara itu dilakukan pascaekspos perkara dugaan korupsi tersebut di BPKP belum lama ini. Ia tidak bisa memastikan kapan hasil perhitungan kerugian negara akan turun, namun pihaknya berharap itu tidak akan lama.

Mengenai perkembangan penanganan kasus ini, pihak kejaksaan tengah menanti keterangan dari dua ahli yang diajukan kuasa hukum tersangka.

Sementara itu, kuasa hukum Bambang Joko, Eddy Heryanto saat dikonfirmasi menyatakan, dua orang ahli yang akan diajukan masing-masing adalah ahli hukum administrasi negara dan ahli hukum pidana dari Universitas Gajah Mada.

Rencananya, Eddy menyebutkan, ahli hukum admisnistrasi negara akan didatangkan terlebih dahulu pada Kamis 21 Februari ini, baru nanti disusul dengan keterangan dari ahli hukum pidana pada kesempatan berikutnya.

Dengan keterangan dua ahli yang diajukannya itu, pihaknya yakin perkara yang menjerat kliennya akan semakin jelas dan pada akhirnya pihak kejaksaan akan melakukan penghentian penuntutan. Karena ia yakin, unsur pidananya tidak belum ada.

Seperti diketahui, Bambang Joko Mulyono ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar yang anggarannya berasal dari dana alokasi khusus atau DAK tahun 2010. Ia dijerat lantaran kapasitasnya sebagai pejabat pembuat komitmen atau PPK dalam pengadaan buku tersebut. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan