Kepulangan Jemaah Haji Rembang Belum Bergeser dari Jadwal

Senin, 19 September 2016 | 12:03 WIB
Ribuan orang berbondong menuju Masjidil Haram selepas Lontar Jamarat, 15 September 2016. (Foto: Wahyu Salvana)

Ribuan orang berbondong menuju Masjidil Haram selepas Lontar Jamarat, 15 September 2016. (Foto: Wahyu Salvana)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kepulangan jemaah haji berasal dari Kabupaten Rembang di Tanah Air belum bergeser dari jadwal yaitu tanggal 4 Oktober 2016 untuk Kelompok Terbang (Kloter) 38.

Kloter 48 dijadwalkan tiba di Debarkasi Solo pada 7 Oktober, sedangkan Kloter 65 akan tiba pada tanggal 12 Oktober 2016. Shalehudin, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang mengatakan, jemaah haji kini bersiap ke Madinah.

“Jemaah haji kita bersiap ke Madinah untuk melakukan ibadah-ibadah sunah. Jadwal kepulangan masih belum ada laporan bergeser (maju atau mundur),” katanya kepada reporter mataairradio, Senin (19/9/2016).

Ia juga mengatakan, kondisi kesehatan jemaah dilaporkan hampir semuanya sehat, tetapi diakuinya ada seorang haji yang dirawat di ruangan perawatan di daerah kerja (Daker) karena sakit.

“Ada satu orang yang dirawat, tetapi tidak sakit serius. Tidak dirawat di rumah sakit, tetapi cukup di Daker saja. Selebihnya sehat. Alhamdulillah,” tandasnya.

Mengenai lima liter air zam-zam jatah bagi tiap haji, Shalehudin menyebutkan, saat ini sudah ada di Kantor Kemenag Kabupaten Rembang dan baru akan dibagi bersamaan dengan tiba jemaah haji.

“Karena sudah ada jatahnya, kami sudah pesankan kepada jemaah haji melalui petugas pendamping, agar tidak nekat mengantongi lagi zam-zam di koper. Jika larangan itu dilanggar, maka jangan menyesal kalau terkena pemeriksaan dan koper dirobek paksa,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan