Kepeng Kuno Diserahkan Dinbudpar, BPCB Segera Meneliti

Thursday, 27 April 2017 | 18:08 WIB

Koin kuno peninggalan abad ke-8 hingga abad ke-11 masehi seberat 15,7 kilogram, yang ditemukan oleh warga di Kecamatan Lasem dan Kaliori, diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Kamis (27/4/2017). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kepeng china kuno yang ditemukan warga di persawahan Desa Meteseh Kecamatan Kaliori pada 27 Maret lalu, akhirnya diserahkan oleh pihak Kepolisian Sektor Kaliori kepada pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang.

Kepala Unit Reskrim Polsek Kaliori Aiptu M Ansori mengatakan, penyerahan itu setelah proses penyelidikan di tingkat kepolisian sudah tuntas dan demi kepentingan pelestarian benda peninggalan sejarah oleh pihak dinas terkait.

Ia menuturkan, pihak kepolisian sudah memberikan semacam tali asih kepada Padiman, warga Desa Mojorembun Kecamatan Kaliori yang kali pertama menemukan ribuan kepeng yang berat totalnya mencapai 8,7 kilogram tersebut.

“Santunan itu kami berikan sebagai apresiasi. Kalau soal kompensasi dari pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kami belum tahu. Kabarnya masih taraf usulan dan belum turun sampai dengan saat sekarang,” kata Ansori, Kamis (27/4/2017).

Selain koin kuno peninggalan Abad ke-8, kepeng china kuno yang ditemukan di Desa Gowak Kecamatan Lasem pun turut diserahkan kepada pihak Dinbudpar Kabupaten Rembang. Total kepeng sekitar tujuh kilogram.

Kepala Dinbudpar Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto mengaku akan menyimpan seluruh koin kuno di museum, komplek Pendapa Museum Kartini, tetapi untuk sementara waktu. Selanjutnya, koin itu akan diteliti oleh pihak BPCB Jateng.

Penelitian, menurutnya dilakukan untuk memastikan tahun pemakaian koin itu dan sekaligus sebagai bahan pertimbangan guna memberikan kompensasi bagi para penemunya.

Hanya saja, pihaknya tidak bisa memastikan tentang lama waktu penelitian di BPCB. Hanya saja, Dwi memastikan penelitian akan dilakukan di Rembang. Namun jika perlu pemeriksaan laboratorium, baru akan dibawa ke Semarang.

“Saat kami mengambil dan menerima penyerahan koin itu, kami didampingi tim dari BPCB. Baik yang di Kaliori maupun Gowak. Kami timbang, berat totalnya 15,7 kilogram. Selanjutnya akan diteliti oleh BPCB,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan