Keluarga Korban Perampokan Hubungi Polisi Tiap Pekan

Senin, 18 Juli 2016 | 12:46 WIB
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Rembang Iptu Eko Adi Pramono. (Foto:Pujianto)

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Rembang AKP Eko Adi Pramono. (Foto:Pujianto)

 

KALIORI, mataairradio.com – Keluarga korban perampokan dan pembunuhan terhadap Sarno, pedagang emas di Desa Maguan Kecamatan Kaliori, mengaku mengontak polisi tiap pekan. Hal itu karena mereka ingin mendapat hasil perkembangan terkini penanganan kasus tersebut oleh polisi.

Ahmad Shodiqin, anak korban mengaku sering kontak dengan pihak Polda Jawa Tengah dan terakhir kontak pada pekan kemarin. Intinya, dia dan keluarga diminta bersabar karena polisi masih dalam proses menyelidiki pelaku dan motif perampokan disertai pembunuhan tersebut.

“Keluarga berharap proses penyelidikan segera membuahkan hasil berupa penangkapan terhadap seluruh pelaku. Hampir tiap pekan kami kontak dengan polisi, baik Polres Rembang maupun Polda Jawa Tengah,” ungkapnya kepada reporter mataairradio, Senin (18/7/2016) siang.

Ia mengakui, dalam beberapa pekan terakhir, sejak kejadian perampokan dan pembunuhan terhadap ayahnya pada 29 Mei silam, banyak spekulasi bermunculan mengenai isu telah tertangkapnya pelaku dan sampai di telinga keluarga.

“Isu-isu semacam itu memang ada. Kami dengar. Tetapi tidak sampai mengganggu keluarga kami. Keluarga menyerahkan penanganan kasus ini ke pihak kepolisian. Kami menunggu hasilnya dan berharap secepatnya,” tandasnya.

Sementara itu, sampai dengan Senin 18 Juli ini, istri Sarno yang selamat dari peristiwa perampokan berdarah tersebut, Damisih, masih belum berani tinggal di rumah lamanya, tempat kejadian perkara (TKP).

“Ibu masih tinggal di Kuniran (rumah Ahmad Shodiqin, red.). Belum berani balik ke sana (Dukuh Sawahan Desa Maguan, red.) lagi. Dibiarkan kosong yang di sana. Tidak ada penjaga juga,” katanya sembari menegaskan bahwa komunikasinya lebih banyak dengan Polda ketimbang Polres Rembang.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Resor Rembang AKP Eko Adi Pramono menyatakan bahwa penanganan kasus Maguan diperkuat oleh Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah karena termasuk kasus menonjol.

“Tidak diambil alih, tetapi penanganan kasusnya dilapis atau diperkuat oleh Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng. Saat ini penanganan kasus masih dalam tahap penyelidikan. Mohon agar keluarga dan masyarakat bersabar,” katanya.

Menurutnya, secara kendala, belum ada hambatan yang berarti karena sifat penyelidikan berkisar pada pendalaman dan pelengkapan barang bukti sehingga tinggal menunggu waktu saja bisa terungkap siapa pelaku dan motifnya.

“Kalau dipersentase, penyelidikan sudah 75 persen. Kami yakin bisa mengungkap kasus ini. Tetapi sekali lagi, mohon masyarakat dan keluarga bisa bersabar. Perkembangan penyelidikan sudah kami informasikan kepada keluarga melalui SP2HP,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan