Kelompok Pemuda Kragan Coba “Jual” Pantai Nippon

Senin, 4 Juli 2016 | 08:26 WIB
Pantai Nippon di Desa Kragan Kecamatan Kragan mencoba bersaing merebut hati para wisatawan dengan mengusung konsep pantai bersih. (Dokumentasi Pemuda Peduli Lingkungan Kragan)

Pantai Nippon di Desa Kragan Kecamatan Kragan mencoba bersaing merebut hati para wisatawan dengan mengusung konsep pantai bersih. (Dokumentasi Pemuda Peduli Lingkungan Kragan)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Kelompok pemuda di Desa Kragan Kecamatan Kragan sudah empat bulan terakhir mencoba “menjual” pantai di desa mereka guna menjadi salah satu tujuan wisata di masa mendatang.

Kelompok pemuda yang menamai diri Pemuda Peduli Lingkungan (PPL) Kragan menghijaukan pesisir Pantai Kragan dengan menyemai sekitar 1.500 batang pohon cemara laut dan membuat identitas pantai itu.

PPL menamai pantai di pesisir desa mereka dengan sebutan “Nippon”. Nama yang diakui identik dengan Jepang karena merupakan sebutan negara tersebut di era pendudukan.

Koordinator PPL Kragan, M Doffarul Muttaqin mengisahkan, pantai desanya konon pernah menjadi titik pendaratan Jepang di masa penjajahan di sekitar tahun 1942-1945, lengkap dengan mercusuar dan penuh nyiur.

“Namun seiring berjalannya waktu dan ganasnya abrasi, pantai yang dulu molek, menjadi tidak terawat, sampai zaman belakangan ini. Kami menjadi terlecut menghidupkannya ketika abrasi makin tak terkendali,” tuturnya.

Pihaknya mengakui mencoba “menjual” Pantai Nippon sejak bulan Maret 2016 antara lain dengan membuat semacam penahan gelombang abrasi, terbuat dari bis beton yang ditanam.

“Pada bis beton yang telah tertanam itu, kami kemudian buatkan berdiri huruf balok terbuat dari beton yang kami sangga dengan rangka baja dan kami cat warna-warni membentuk deret tulisan PANTAI NIPPON,” terangnya.

Berdasarkan pantauan, kini, pantai yang sempat lama tak terjamah kunjungan warga luar daerah, akhir-akhir ini mulai didatangi muda-mudi berasal dari wilayah sekitar, untuk sekadar foto selfie.

“Belakangan mulai ada yang datang ke pantai ini, beberapa. Datang untuk selfie dan menyaksikan matahari tenggelam. Yang datang baru dari area sekitar seperti Sarang, Sluke, dan belum sampai luar kabupaten,” ujarnya.

Ia menyebutkan, secara pendanaan, untuk sementara ini, donasi dari warga setempat dan keuntungan dari penjualan kaos berlabel Pantai Nippon menjadi yang diandalkan.

“Ada sekitar 25 anak muda yang fokus bersama menggarap ‘penjualan’ Pantai Nippon. Kami juga pasang papan imbauan larangan buang sampah secara sembarangan di beberapa titik. Kami jaga kebersihan pantainya,” bebernya.

Muttaqin berharap, upaya menata Pantai Kragan mendapat dukungan secara lebih luas dari khalayak dan pemerintah, sehingga akan tumbuh jadi destinasi wisata masa depan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan