Kekurangan Guru, Dewan Pendidikan Minta Pemkab Rembang Rekrutmen ASN

Jumat, 30 Agustus 2019 | 20:37 WIB
Siswa SD Negeri Pasucen Kecamatan Gunem tampak bermain bersama di halaman sekolah setempat. Pemerintah Kabupaten Rembang menyatakan kekurangan guru, tetapi pihak Kemdikbud menyatakan sebaliknya, kelebihan tenaga pendidik. (Foto: Pujianto)

REMBANG, Mataairradio. com – Pihak Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mengajukan rekrutmen guru, khususnya guru kelas untuk jenjang sekolah dasar (SD).

Hal itu terkait minimnya guru kelas di sejumlah SD di Kabupaten Rembang mendapat sorotan dari dewan pendidikan setempat.

Pasalnya, kurangnya tenaga guru menyebabkan kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi tidak efektif.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang Sururi mengaku prihatin dengan kurangnya guru yang terjadi di kabupaten ini.

Menurutnya ada beberapa alternatif jangka pendek yang bisa dilakukan pemerintah yaitu mengangkat guru tidak tetap (GTT) menjadi guru kelas sementara sampai guru kelas di SD yang kekurangan guru terpenuhi.

“Masalah kekurangan guru SD ini kan karena banyak yang pensiun. Sedangkan pengangkatan juga kayaknya masih lama.

Guru honorer, saya kira bisa menggantikannya, masalah kualitas mungkin ada perbedaan, namun saya kira itu solusi jangka pendeknya,” katanya.

Sururi menyayangkan ada beberapa kejadian yaitu tugas serta tanggung jawab guru ASN (aparatur sipil negara) banyak dilimpahkan kepada guru honorer.

Menurutnya, hal tersebut berakibat banyak guru honorer yang merasa keberatan.

Bahkan dirinya menyebutkan, ada salah satu sekolahan yang hanya memiliki guru berstatus ASN berjumlah satu hingga dua orang.

“Problemnya yang terjadi di lapangan banyak guru ASN melimpahkan tugasnya kepada guru honorer, ini kan ironis,” ungkapnya saat dihubungi mataairradio.com, pada Jumat (30/8/2019) siang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Pembinaan Khusus (PPK) pada Dindikpora Kasturi menyatakan, bahwa Rembang kekurangan 600 guru untuk formasi guru kelas karena faktor mutasi dan pensiun.

“Ya saat ini hanya bisa menunggu, sampai ada perekrutan guru baru di Rembang,” tandasnya.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor : Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan