Kejari Menanti Pelimpahan Tersangka Kasus Kekerasan Wartawan

Tuesday, 21 March 2017 | 19:45 WIB

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kejaksaan Negeri Rembang menyatakan masih menunggu pelimpahan tahap kedua atau tersangka dan barang bukti kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan oleh oknum pekerja PJB PLTU Sluke.

Kepala Seksi Intel Kejari Rembang Bintarno membenarkan berkas kasus tersebut memang sudah dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan atau P-21, beberapa waktu lalu.

“Tetapi dari yang kami tahu sebelum saya berangkat ke Semarang, tersangka dan barang bukti belum dilimpahkan ke Kejari,” ungkapnya kepada mataairradio.com.

Ia mengatakan belum akan mengontak pihak kepolisian terkait belum dilakukannya pelimpahan tahap kedua. Ia baru akan mengomunikasikannya dengan jaksa penyidik.

“Saya masih ada acara TP4D di Semarang. Nanti begitu pulang, saya cek; kira-kira kapan dilimpahkan tahap kedua, termasuk kapan kemungkinan dilimpahkan ke Pengadilan,” tandasnya.

Pada kesempatan terpisah, Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka menyatakan tidak ada kendala, sehingga tersangka dan barang bukti kasus kekerasan terhadap wartawan belum dilimpahkan ke pihak Kejari.

“Tetapi penyidik kepolisian nampaknya sudah ada janjian dengan pihak kejaksaan terkait pelimpahan tahap kedua. Bisa koordinasi langsung dengan Unit IV Satreskrim,” ujarnya.

Kepala Unit IV Satreskrim Polres Rembang Iptu Rukmini sedang dalam upaya konfirmasi mataairradio.com.

Sebelumnya, pihak Polres Rembang menetapkan Suryono, karyawan PJB PLTU Sluke sebagai tersangka kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan saat peliputan korban kecelakaan kerja PLTU, di rumah sakit daerah setempat, Agustus 2016.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan