Kejaksaan Nyatakan Lengkap Berkas Kasus Kekerasan Wartawan

Selasa, 7 Maret 2017 | 18:30 WIB

Penyidik di Kepolisian Resor Rembang memeriksa empat orang wartawan terkait laporan dugaan kekerasan, intimidasi, dan perampasan alat kerja jurnalis oleh oknum pekerja PLTU Sluke, Selasa (23/8/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kejaksaan Negeri Rembang menyatakan lengkap atau P21 berkas kasus kekerasan terhadap wartawan dengan tersangka oknum karyawan PLTU Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Sluke bernama Suryono.

“Kalau nggak salah, dinyatakan lengkap P-21 sudah hari kemarin, Senin (6/3/2017). Surat pengantar guna pelimpahan tahap kedua sudah saya tandatangani,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang, Selasa (7/3/2017).

Selain sudah meneken surat pengantar untuk pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Rembang, pihaknya sudah bersiap membuat surat pemberitahuan perkembangan hasil penyedikan (SP2HP) kepada pelapor, PWI Rembang.

“Penyidik sudah saya perintahkan guna berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum mengenai kapan tersangka dan barang bukti dilimpahkan. Tetapi kemungkinan besar, dilakukan pada pekan depan,” katanya.

Menurut Kasatreskrim, meskipun berkas perkara tersebut sudah dilimpahkan kepada pihak kejaksaan, tersangka kemungkinan besar tak akan ditahan, mengingat jerat pasal yang dikenakan hanya berancaman hukuman dua tahun penjara.

“Kalau melihat ancaman pasalnya tidak bisa dilakukan penahanan karena ancaman hukuman dua tahun. Kejahatan yang bisa ditahan adalah yang ancamannya lima tahun atau pasal pengecualian yang diatur dalam KUHAP,” tandasnya.

Zainal Abidin Petir, Ketua Lembaga Advokasi Wartawan (LAW) PWI Jawa Tengah mengaku sedikit lega walau tetap merasa kecewa lantaran hanya ditetapkan satu tersangka.

“Saya jelas kecewa lah, wong karyawan PLTU yang melakukan penghambatan maupun penghalangan dengan ancaman mau membunuh dan mengejar-ngejar wartawan yang sedang meliput itu puluhan, lha kok cuman satu tersangkanya,” katanya.

Ia berjanji akan mengawal terus kasus kekerasan terhadap wartawan agar tidak terulang lagi kasus intimidasi terhadap wartawan, baik dihambat maupun dihalang-halangi dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Lima wartawan diintimidasi dengan kata-kata “bakar” dan “bunuh” saat melakukan peliputan korban kecelakaan kerja pada lingkup PLTU, di RSUD dr R Soetrasno Rembang, 18 Agustus 2016.

Bahkan ponsel berkamera milik salah seorang wartawan sempat disita dan dihapus file gambar di dalamnya oleh oknum pekerja PLTU.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan