Kejaksaan Kembalikan Puluhan Sertifikat Tanah PT RBSJ

Selasa, 29 Maret 2016 | 16:47 WIB
Pihak Kejaksaan Negeri Rembang menyerahkan puluhan sertifikat tanah yang sempat menjadi barang bukti perkara korupsi di lingkup RBSJ kepada Pemkab Rembang dalam hal ini PT RBSJ, Selasa (29/3/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Pihak Kejaksaan Negeri Rembang menyerahkan puluhan sertifikat tanah yang sempat menjadi barang bukti perkara korupsi di lingkup RBSJ kepada Pemkab Rembang dalam hal ini PT RBSJ, Selasa (29/3/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kejaksaan Negeri Rembang mengembalikan puluhan sertifikat kepada pemerintah kabupaten setempat dalam hal ini ke badan usaha milik daerah PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ), Selasa (29/3/2016) pagi.

Sertifikat yang dikembalikan ini merupakan barang bukti kasus korupsi penyertaan modal PT RBSJ yang melibatkan mantan Bupati Rembang Moch Salim dan perkara korupsi kerjasama pengadaan lahan tebu yang melibatkan mantan Direktur PT RBSJ Siswadi dan Direktur PT SAB Imam Sujono.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri Rembang Eko Yuristianto menjelaskan, sertifikat tanah itu dikembalikan karena perkara sudah memiliki putusan berkekuatan hukum tetap dan merupakan perintah pengadilan.

“Sebelum dikembalikan ini, sertifikat disita sebagai barang bukti persidangan oleh Kejati Jawa Tengah,” bebernya kepada reporter mataairradio.

Jumlah sertifikat yang dikembalikan kepada Pemkab Rembang dalam hal ini PT RBSJ sebanyak 69 pucuk. Rinciannya, 54 pucuk masih berupa SPPT dan 15 lainnya berupa sertifikat hak milik PT RBSJ.

SPPT dan sertifikat itu diserahkan kepada perwakilan DPPKAD didampingi Bagian Pemerintahan dan Bagian Hukum Setda Rembang serta dari RBSJ dan disaksikan dari perwakilan jaksa Kejati Jawa Tengah.

Selain 69 pucuk sertifikat ini, masih ada 71 sertifikat lainnya yang sebelumnya juga menjadi barang bukti perkara korupsi tersebut. Kebanyakan dari sertifikat itu, atas nama Imam Sujono.

“Sisanya, atas nama orang-orang pribadi, yang di antaranya juga diketahui sebagai anak buah Imam Sujono,” ungkapnya.

Khusus terhadap sertifikat atas nama Imam Sujono, menurut Kasi Pidsus, masih ditahan pengembaliannya. Sebab Imam Sujono belum membayar uang pengganti sebesar Rp4,2 miliar akibat korupsi yang dilakukannya kepada Negara.

“Jika ternyata tidak dibayar, maka sertifikat itu akan kami lelang dan hasilnya untuk membayar uang pengganti kepada Negara,” tegasnya.

Eko Yuristianto menambahkan, penyerahan atau pengembalian barang bukti kasus korupsi tersebut dilakukan dengan membuat berita acara. Dia memastikan tidak ada biaya apapun dalam pengembalian puluhan sertifikat tanah itu.

Pihak kejaksaan juga menegaskan bahwa sertifikat itu belum akan digunakan untuk kepentingan penyidikan atau penyelidikan perkara lain. Dalam jumlah sertifikat tanah yang dikembalikan dipastikan pula bahwa tidak ada yang atas nama Moch Salim.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan