Kejaksaan Jebloskan Dandung ke Rumah Tahanan

Senin, 2 September 2013 | 14:10 WIB
Dandung Dwi Sucahyo,  tampil dengan mengenakan baju bermotif kotak-kotak warna biru putih. (Foto:Puji)

Dandung Dwi Sucahyo, tampil dengan mengenakan baju bermotif kotak-kotak warna biru putih. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Kejaksaan Negeri Rembang akhirnya menjebloskan Dandung Dwi Sucahyo ke rumah tahanan setempat Senin (2/9) pagi sekitar jam delapan lebih tiga puluh menit.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang itu menyerahkan diri, setelah tujuh hari diburu kejaksaan. Dandung tiba di kantor Kejaksaan Negeri Rembang di Jalan Diponegoro, sekitar jam setengah delapan.

Tersangka kasus korupsi pengadaan buku ajar ini, datang dengan didampingi dua pengacaranya, Tito Cahyono dan Karyono. Dandung hanya diperiksa sesaat, utamanya terkait kondisi kesehatannya.

Pejabat asal Dorokandang Lasem ini tampil dengan mengenakan baju bermotif kotak-kotak warna biru putih. Saat dikeler ke Rutan Kelas IIB Rembang untuk ditahan, Dandung menutup kepala dan wajahnya dengan topi warna putih hitam.

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Sudirman Sjarif mengatakan, Dandung hanya diperiksa dalam waktu singkat kali ini. Yang bersangkutan masih akan dimintai keterangan tambahan, jika dibutuhkan. Berkas perkara Dandung diprediksi selesai awal Oktober mendatang.

Penyidik mengaku tidak mengonfirmasi pelarian Dandung Dwi Sucahyo ke Jakarta. Bagi penyidik, pertanyaan tersebut tidaklah signifikan karena yang penting tersangka dalam kondisi sehat, agar bisa menjalani pemeriksaan lanjutan.

Kajari pun mengaku tertantang untuk menuntaskan kasus korupsi pengadaan buku ajar yang merugikan negara hingga empat miliar rupiah ini. Sudirman tidak menganggap beberapa pesan singkat yang disampaikan kepadanya sebagai penghalang, justru sebagai pelecut untuk menegakkan keadilan.

Menurutnya, penahanan terhadap Dandung dilakukan untuk memastikan kelancaran penyidikan. Selain itu, dua alat bukti yang dibutuhkan sudah cukup. Hanya saja, Kajari enggan membebernya.

Dandung Dwi Sucahyo, pejabat pembina utama muda ini akan dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Dandung diancam hukuman penjara minimal empat tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



5 comments
  1. sudiono

    September 2, 2013 at 10:05 pm

    emangnya kejari rembang bawahannya lespem?

    Reply
  2. salim

    September 3, 2013 at 12:50 pm

    @sudiyono: nek komen kuwi mbok sg rodo bermutu sitik leh kang, sg pinter, ra mung sendiko dawuh tok…saiki rakyat iso mantau lan mengkritisi kinerja aparat pemerintah termasuk kejari…ora trs diartikan kejari bawahane lespem

    Reply
  3. sarmin

    September 3, 2013 at 2:08 pm

    salim: Kejaksaan di bawah tekanan lespem. ngerti ora kowe?

    Reply
  4. demang

    September 3, 2013 at 6:34 pm

    podo gobloke rasah do nyalahke. sng salah yo dipenjara, nk salah jeh durung dipenjara yo antri sek, paham ora….

    Reply
  5. salim

    September 4, 2013 at 10:29 am

    @sarmin: lha iki malah khayal neh…duwe power/kuasa opo sekelas ormas/lsm kok nekan aparat pemerintah…nek mengkritisi ya harus nek dirasa kinerjanya kurang…tapi tetep ora iso menekan/intervensi…ngoten kang…sinau sek kono

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan