Kecelakaan Kerja, PT SI Tak Sanksi Swadaya Graha

Rabu, 27 April 2016 | 14:09 WIB
Gambar paparan progres pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Gunung Bokong wilayah Desa Kadiwono Kecamatan Bulu hingga pekan ke-106. (Foto: Pujianto)

Gambar paparan progres pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Gunung Bokong wilayah Desa Kadiwono Kecamatan Bulu hingga pekan ke-106. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak PT Semen Indonesia (SI) tidak memberikan sanksi kepada pihak PT Swadaya Graha atas kasus kecelakaan kerja yang menewaskan satu orang buruh proyek pekerjaan pembangunan pabrik semen di Desa Kadiwono, Bulu, Selasa (26/4/2016).

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto menyatakan sudah mendapat laporan hasil investigasi dari kepala proyek atas kasus kecelakaan kerja yang menewaskan Dardak (19) warga Desa Labuhan Kidul Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang.

Menurutnya, berdasarkan hasil investigasi itu, sejatinya sebelum bekerja, korban sudah memasang peralatan keselamatan dan keamanan. Namun, saat berada di ketinggian, korban sempat lalai, melepas tali pengaman tanpa menggantungkannya sebelum berpindah ke lokasi lain.

“Setiap ada kecelakaan kerja, kami melihat bagaimana kejadiannya. Rasanya tidak mungkin jika seorang kepala proyek harus mengawasi pekerja secara keseluruhan. Jadi, saat sudah bekerja keselamatan menjadi tanggung jawab masing-masaing,” ujarnya.

Agung juga menyatakan, standar keamanan kerja menjadi hal utama pada proyek pendirian pabrik semen. Sebelum memulai pekerjaan, semua pekerja diwajibkan berdoa.

“Pada kasus kecelakaan kemarin (26/4/2016), semua peralatan keselamatan dan keamanan sudah dipastikan terpasang dan berfungsi sebagaimana mestinya,” tandasnya.

Meskipun demikian, pihaknya memastikan, selama 2016 baru sekali itu, terjadi kecelakaan kerja di proyek pendirian pabrik semen. Menurutnya hal ini pun bagi perusahaan cukup mengejutkan.

Sebab, kata Agung, biasanya kecelakaan kerja di pabrik semen cenderung tidak ada, sehingga pihaknya tetap bertanggung jawab terhadap pihak keluarga korban.

“Kami tetap bertanggungjawab memberikan santunan kepada korban. Kami juga telah memerintahkan kepada Kepala Proyek Rembang untuk mengurus asuransinya,” tegasnya.

Dardak terjatuh dari ketinggian 18 meter saat hendak memulai pekerjaan pemasangan konstruksi baja pada bangunan bakal klinker semen. Diduga korban terpeleset saat berusaha mengambil palu.

Sebelum kasus kecelakaan yang merenggut nyawa Dardak, pada proyek bangunan bakal klinker semen ini juga sempat terjadi insiden cor runtuh dan menimpa seorang pekerja hingga tewas pada Agustus 2015.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan