Kebakaran Lahan Hampir Merembet Ke Pabrik Malindo

Sabtu, 5 Oktober 2019 | 16:13 WIB

Kebakaran lahan terjadi di Desa Kasreman Kecamatan Rembang tepatnya di belakang pabrik peternakan ayam PT Malindo Fedmill pada Sabtu (5/10/2019). (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Kebakaran lahan terjadi di Desa Kasreman Kecamatan Rembang tepatnya di belakang pabrik peternakan ayam PT Malindo Fedmill pada Sabtu (5/10/2019) siang tepatnya pukul 09.45 waktu setempat.

Diduga api berasal dari warga yang membakar tumpukan sampah kemudian meninggalkannya sehingga api membesar dan merembet ke sekitar lahan.

Wiyoto Kepala Damkar pada Satpol PP setempat menyatakan pihaknya mendapatkan laporan masuk sekitar pukul 09.45 waktu setempat, mendengar informasi tersebut pihak Damkar mengirimkan satu armada pemadam dan satu tangki. Sampai di lokasi pukul 10.05 dan api berhasil dijinakkan pukul 11.00 waktu setempat.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, api juga tidak merembet ke lokasi pabrik karena terhalang pagar tembok. Kerugiannya hanya sebuah bangunan milik pabrik yang belum jadi.

“Alhamdulillah tidak merembet sampai pabrik Mas,” ungkapnya.

Dari catatan pihak Damkar, kejadian kebakaran sudah mencapai angka 102 kejadian dalam kurun waktu Januari-Oktober 2019. Dan kebakaran terbanyak terjadi bulan September 2019 mencapai angka 53 kejadian bahkan pernah dalam satu hari di Bulan September 2019 terjadi lima kali kebakaran di Rembang.

Untuk faktor kejadian, terbanyak karena pembakaran sampah atau lahan yang tidak ditunggu sampai api padam, selanjutnya karena konsleting listrik.

Wiyoto menambahkan jika kebakaran lahan pihaknya tidak terlalu khawatir sebab penanganannya relatif cepat dan mudah serta jauh dari pemukiman.

Namun jika kebakaran terjadi di area pohon bambu pihaknya sangat khawatir, pasalnya masyarakat kadang menganggap bahwa api sudah padam padahal api membara di dalam area bambu, tiba-tiba saja api kemudian membesar. Parahnya lagi, kebanyakan area bambu dekat dengan pemukiman warga sehingga penanganannya harus cepat dan relatif sulit. Apalagi kalau ada rumah warga yang terbuat dari kayu dan jarak antara lokasi kejadian dan kantor Damkar jauh.

“Yang paling mengkhawatirkan ya kalau kebakaran di rimbunan pohon bambu Mas, pungkasnya.

Dirinya selalu mewanti-wanti agar masyarakat tidak membakar sampah secara sembarangan lagi. Terkait armada yang dimiliki pihak Damkar selalu mengecek secara rutin kondisi kendaraan agar bisa maksimal jika ada kejadian.

Penulis : Mohamad Siroju Munir
Editor: Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan