Kebakaran di Turusgede Habiskan Kandang Seisinya

Selasa, 3 September 2019 | 22:11 WIB
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Rembang memadamkan api di lokasi kebekaran di Desa Turusgede, pada Selasa (3/9/2019) dini hari tepatnya pukul 02.03 waktu setempat. (Foto:mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio. com – Kebakaran kembali terjadi di Desa Turusgede pada Selasa (3/9/2019) dinihari tepatnya pukul 02.03 waktu setempat.

Kejadian ini mengakibatkan kandang sapi beserta sapinya habis dilalap sijago merah. Kandang tersebut milik Sulis warga Rt 01 Rw 01 Desa Turusgede Kecamatan Rembang.

Wiyoto Kepala Damkar pada Satpol PP setempat menyatakan kejadian pertama kali diketahui oleh salah satu tetangga korban yang berprofesi sebagai pedagang.

“Mengetahui adanya kebakaran, tetangga korban tersebut langsung melapor ke Pos Pemadam.

Kami langsung meluncur ke lokasi dengan satu unit kendaraan pemadam dan dua truk tangki.

Tiba di lokasi sekitar pukul 02.25 WIB, ternyata api sudah membesar karena material bangunan kandang terbuat dari kayu yang mudah terbakar.

Untuk menghindari merembetnya api, selama satu jam, akhirnya api berhasil kami padamkan,” terangnya.

Pihak Damkar menduga bahwa kebakaran dipicu karena konsleting listrik. Dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian berupa satu unit kandang dan satu ekor sapi.

Disinggung berapa banyak kejadian kebakaran selama kurun waktu Januari-September 2019 Wiyoto mengaku masih melakukan perekapan data, namun pihaknya memastikan sudah lebih dari 40 kejadian selama kurun waktu sembilan bulan.

“Peristiwa kebakaran yang paling banyak terjadi disebabkan karena konsleting listrik dan bara api bekas pembakaran yang lupa dipadamkan,” imbuhnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap potensi kebakaran, misalnya membuang puntung rokok sembarangan karena musim kemarau menyebabkan bara api mudah membakar apa saja.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor : Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan