Kawasan Prostitusi Jadi Sasaran Razia Jelang Ramadan

Rabu, 25 Mei 2016 | 17:07 WIB
Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rembang merazia pelajar di salah satu play station di wilayah Kecamatan Lasem, Rabu (25/5/2016). (Foto: Pujianto)

Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rembang merazia pelajar di salah satu play station di wilayah Kecamatan Lasem, Rabu (25/5/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kawasan prostitusi terselubung di tepi Jalur Pantura wilayah Desa Dorokandang Kecamatan Lasem menjadi sasaran razia aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang, Rabu (25/5/2016).

Petugas mendapati empat orang perempuan pekerja seks komersial dan seorang pria hidung belang dari kawasan tersebut, tetapi tidak membawa mereka ke markas Satpol PP di Rembang.

Mereka dan tujuh orang pemilik warung prostitusi sekadar didata dan dibina serta diperingatkan agar menyetop total praktek terlarang itu selama setidaknya satu bulan penuh, sepanjang bulan Ramadan.

Selain merazia kawasan tersebut, 10 petugas polisi pamong praja yang dipimpin Kepala Seksi Penegak Perda Satpol PP Rembang Sudarno, merazia pula pelajar berseragam yang sedang asyik di play station.

Enam pelajar yang diketahui sebagai siswa Kelas IX pada jenjang SMP ini kemudian dibawa ke Kantor Kecamatan Lasem guna dibina dan didata serta diserahkan kepada sekolah.

“Kegiatan penertiban warung-warung dengan prostitusi terselubung kami gencarkan menjelang Ramadan. Kami peringatkan mereka agar tidak beroperasi selama bulan Puasa,” terang Sudarno.

Seusai razia yang berlangsung selama sekitar dua jam sejak pukul 10.00 WIB, pihak Satpol PP Rembang memastikan akan melakukan penertiban di kafe karaoke, terutama yang tidak berizin.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan