Kawal Eksekusi Rumah, Polisi malah Temukan Uang Palsu

Rabu, 24 Mei 2017 | 17:30 WIB

Lembaran uang palsu yang ditemukan saat petugas dari Pengadilan Negeri Rembang yang dikawal petugas dari Polres setempat mengeksekusi rumah Sumani, warga RT 3 RW 1 Desa Sluke Kecamatan Sluke, Rabu (24/5/2017) siang. (Foto: mataairradio.com)

 

SLUKE, mataairradio.com – Petugas dari Kepolisian Resor Rembang mengungkap praktek pembuatan uang palsu di Desa Sluke Kecamatan Sluke ketika mengawal eskekusi sebuah rumah di kawasan setempat, Rabu (24/5/2017) siang.

Awalnya, juru sita dari Pengadilan Negeri Rembang hendak mengeksekusi sebuah rumah milik Sumani, warga RT 3 RW 1. Sumani merupakan nasabah kredit macet BRI Cabang Rembang sebesar Rp350 juta pada sekitar tahun 2010.

Setelah dilelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Semarang, rumah itu jatuh pada Japari, warga setempat, dan mengajukan permohonan eksekusi kepada Pengadilan Negeri Rembang. Eksekusi berlangsung ricuh.

Pihak keluarga Sumani dan massa sempat melakukan perlawanan, bahkan terjadi kekerasan. Kapolres Rembang AKBP Sugiarto tampak turun tangan melakukan pengamanan eksekusi, guna mengatasi ricuh dan ketegangan meluas.

“Jadi sebelum kita eksekusi dan mengeluarkan barang-barang keluar rumah, kita foto-foto dulu ruang per ruang. Kita temukan ruang bawah di bawah tanah,” kata Jatmiko, salah seorang juru sita dari Pengadilan Negeri Rembang.

Menurutnya setelah diperiksa dengan pengawalan petugas kepolisian, di ruang bawah tanah berkedalaman sekitar tiga meter, ditemukan uang palsu cetakan baru, berikut printer, dan alat cetakan cukup besar dengan berat satu ton.

“Tadi uang palsu berikut print-print-an dibawa ke Mapolres, termasuk Pak Sumani. Selebihnya saya tidak tahu, termasuk berapa jumlah uang palsu yang disita. Yang jelas pecahan 100.000-an, alat cetakan masih di bungker dan belum bisa dikeluarkan,” bebernya.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto yang kemudian dikonfirmasi menyatakan masih melakukan klarifikasi dulu atas temuan uang palsu di rumah Sumani tersebut. Tim Inafis dari Polres Rembang juga masih melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Masih dilakukan klarifikasi dulu. Untuk lebih jelasnya, nanti akan kami sampaikan setelah hasil klarifikasi,” ungkapnya kepada mataairradio.com pada Rabu (24/5/2017) petang.

Kepala Urusan Bina Operasi Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang Iptu Edy Sismanto membeberkan, hasil penyelidikan sementara, Sumani mengelak telah mencetak uang palsu, tetapi pihak kepolian tidak begitu saja percaya.

“Kami masih dalami dulu motif mencetak uang palsu tersebut, termasuk apakah uang palsu tersebut sudah beredar atau belum beredar, serta sudah diedarkan kemana kalau sudah beredar. Nanti perkembangannya kami sampaikan,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan