Kasus Peredaran Narkoba di Rembang Meningkat Tajam

Sabtu, 31 Desember 2016 | 11:59 WIB
Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang diamankan dari dua orang sopir, tersangka pengguna barang haram tersebut, saat memberikan keterangan pers di Mapolres setempat, Jumat (30/12/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang diamankan dari dua orang sopir, tersangka pengguna barang haram tersebut, saat memberikan keterangan pers di Mapolres setempat, Jumat (30/12/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kasus peredaran narkoba di Kabupaten Rembang pada tahun 2016 mengalami kenaikan signifikan. Kasus itu justru banyak terjadi di kalangan sopir lintas kota.

Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Rembang AKBP Sugiarto mengatakan, jumlah tindak pidana peredaran narkoba pada tahun ini meningkat sebanyak 11 kasus dari sebelumnya, tahun 2015 yang hanya 7 kasus atau kini menjadi 18 kasus.

“Kasus narkoba itu kalau kita semakin aktif, maka jumlahnya semakin meningkat. Kebanyakan pemakainya dari para sopir. Alasan mereka pun sama, agar tambah kuat,” ungkapnya seusai jumpa pers di Aula Mapolres Rembang, Jumat (30/12/2016) pagi.

Baru-baru ini, pihak Polres Rembang menangkap dua orang sopir karena kedapatan mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu. Bersama mereka diamankan satu paket sabu-sabu yang diakui pelaku didapatkan dari seorang pemasok di Semarang.

Selain kasus peredaran narkoba, ada dua kasus lagi yang mengalamami peningkatan antara lain kasus pembunuhan dan penganiayaan dengan pemberatan (Anirat).

“Tahun kemarin kasus pembunuhan tidak ada, tapi tahun ini terjadi dua kali. Kalau kasus penganiayaan juga sama tahun lalu tidak ada tahun ini satu kali saja. Ini sesuai dari laporan masyarakart yang masuk,” ujar Kapolres Rembang.

Sugiarto juga mengungkapkan, jumlah penyelesaian perkara oleh pihak Polres Rembang tahun ini meningkat. Ia mengatakan, jika dilihat dari keseluruhan jumlah tindak pidana yang terjadi di Kabupaten Rembang mengalami penurunan.

“Jika dilihat dari keseluruhan tahun 2015 kejahatan di Rembang turun dari 156 kasus menjadi 95 kasus pada tahun 2016. Dari 156 kasus pada tahun 2015 perkara yang selesai hanya 59 perkara. Sedangkan tahun ini ada 61 kasus yang terselesaikan dari 95 kasus yang terjadi,” katanya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan