Kasus Korupsi Jalan Garam Dilimpahkan ke Kejari

Kamis, 5 April 2018 | 19:18 WIB

Pihak Kepolisian Resor Rembang melimpahkan berkas perkara dan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan talut dan pengerasan jalan garam tahun 2014 ke kejaksaan negeri (Kejari) setempat, Kamis (5/4/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kepolisian Resor Rembang melimpahkan berkas perkara dan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan talut dan pengerasan jalan garam tahun 2014 ke kejaksaan negeri (Kejari) setempat, Kamis (5/4/2018).

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Kurniawan Daeli melalui Kanit III Ipda Arif Kristianto mengatakan, dua tersangka ini adalah Anang Puryono dan Imam Zarkasi.

Anang adalah pemilik CV, sedangkan Imam adalah mantan Ketua DPD PAN.

Menurut Arif, Imam kini masih mendekam di Rutan Kelas IIB Rembang karena sedang menjalani pidana atas kasus perusakan mangrove di Kaliori. Kasus dugaan korupsi pengerasan jalan ini adalah perkara baru yang menyeret nama Imam.

“Benar. Kita limpahkan tahap kedua, hari ini. Dua tersangka, Anang dan Imam. Yang Imam memang masih di dalam (Rutan, red.) Ini kasus baru,” katanya kepada mataairradio.

Kanit III juga mengatakan, sebelum pelimpahan tahap II, pihak Kejari sempat mengembalikan berkas perkara dari penyidik karena terdapat petunjuk. Jaksa menilai keterangan saksi masih kurang.

“Begitu kami lengkapi, berkas dinyatakan P-21 oleh kejaksaan,” katanya.

Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, polisi melakukan pelimpahan tahap kedua, termasuk tersangka dan barang bukti. Arif mengungkapkan, nilai proyek yang diduga dikorupsi oleh tersangka Rp600 juta.

“Kerugian negara Rp198,2 juta (sebelumnya tertulis miliar),” katanya.

Menurut penyidik, modus tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka adalah menyunat volume dan mengerjakan proyek tidak sesuai spesifikasi.

Modus ini paling banyak dipakai oleh para tersangka korupsi proyek di Kabupaten Rembang.

Kepala Seksi Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri Rembang Rizal Ramdhani mengonfirmasi pelimpahan tahap kedua kasus dugaan korupsi pembangunan talut dan pengerasan jalan garam tahun 2014 di Dresi Kulon dan Mojowarno, Kaliori.

Kejari kemudian menahan Anang Puryono, sedangkan Imam Zarkasi bakal hidup lebih lama lagi di penjara.

Pada Juni 2017 lalu, Imam divonis hukuman satu tahun penjara dan denda dua miliar rupiah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Rembang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan