Karangsari-Ngebrak “Mlotot” Lagi, DPRD: Aspal Terlalu Tipis

Senin, 22 Januari 2018 | 19:42 WIB

Jalan di ruas Karangsari-Ngebrak pada Jalur Landoh-Sekarsari Kecamatan Sumber rusak atau “mlotot” lagi, sebagaimana terungkap oleh Komisi C DPRD Kabupaten Rembang, saat inspeksi pada Senin (22/1/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

SUMBER, mataairradio.com – Jalan di ruas Karangsari-Ngebrak pada Jalur Landoh-Sekarsari Kecamatan Sumber rusak atau “mlotot” lagi.

Dari yang semula tiga titik dan sempat langsung diperbaiki, kini jumlah yang “mlotot” menjadi sepuluh titik.

Komisi C DPRD Kabupaten Rembang yang melakukan pengawasan di ruas itu pada Senin (22/1/2018) pagi dibuat geleng-geleng.

Sebab, jalan di ruas ini baru tuntas diperbaiki pada awal Desember tahun lalu, sehingga baru berumur sekitar satu bulan.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Rembang Mohammad Imron menilai, permukaan aspal terlalu tipis, sehingga mudah rusak.

“Ketebalan semacam itu cocok untuk ruas antardesa, tetapi bila dipakai untuk jalan antarkecamatan, tidak layak,” katanya kepada mataairradio.

Atas temuan ini, Imron merekomendasikan kepada pihak rekanan agar segera memperbaiki.

Karena baru berumur satu bulanan, maka menurutnya, proyek senilai dua miliar rupiah ini masih di tahap pemeliharaan, sehingga perbaikan menjadi tanggung jawab rekanan.

Ia juga meminta kepada rekanan agar perbaikan dilakukan tidak pada bagian yang “mlotot” saja, tetapi hingga setengah meter pada radius di sekelilingnya.

“Kebetulan, titik yang ‘mlotot’ ini, tingkat ketebalan aspalnya kurang, alias terlalu tipis,” tegasnya.

Selain kepada rekanan, Komisi C DPRD Kabupaten Rembang juga berjanji merekomendasikan hal yang sama saat rapat pihaknya dengan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang atau DPUTaru.

Dinas diminta mengawal mutu proyek yang digarap rekanan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan