Kapolres Janji Tak Tolerir Penggunaan HP Saat Berkendara

Selasa, 27 November 2012 | 17:15 WIB

Ilustrasi

REMBANG – MataAirRadio.net, Hati-hati warga Kabupaten Rembang yang punya kebiasaan menggunakan telepon genggam pada saat mengemudi atau mengendarai sepeda motor. Pasalnya, kini petugas kepolisian akan memberikan tindakan tegas terhadapnya.

Menurut Kapolres Rembang Ajun Komisaris Besar Polisi Adhy Fandy Ariyanto, Selasa (27/11), penindakan terhadap pelanggaran jenis ini karena sudah ada perundangan yang mengaturnya.

Peraturan yang dimaksud Kapolres, termaktub dalam Pasal 283 jo 106 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan angkutan Jalan. Bagi pelanggar pasal itu, bisa dikenakan denda sebesar Rp 750 ribu.

Kapolres mengatakan, sosialisasi terhadap larangan menggunakan telepon genggam saat berkendara sudah dilakukan sejak lama. Praktis, sejak UU Nomor 22 Tahun 2009 diundangkan, sosialisasi terhadap hal ini pun dilakukan.

Dengarkan rekaman di sini.

Kapolres juga mengatakan, penggunaan telepon genggam merupakan sebuah kegiatan yang bisa menganggu konsentrasi seseorang saat mengemudikan kendaraan. Konsentrasi seseorang saat mengemudi dan menerima telepon atau SMS secara bersamaan tentu akan terbagi.

Karena itu, kata AKBP Adhy Fandy Ariyanto, penindakan yang tegas dilakukan oleh petugas kepolisian semata-mata untuk meminimalisir kecelakaan yang terjadi di jalan raya. Penindakan semacam ini tidak hanya di Kabupaten Rembang, tetapi sudah dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Kapolres pun menegaskan, pengendara sepeda motor yang karena ulahnya menggunakan telepon genggam dan mengakibatkan kecelakaan bisa ditetapkan sebagai tersangka.

Dengarkan rekaman di sini.

Menurut catatan Polres Rembang, sejumlah pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil sudah beberapa kali terjaring karena terbukti menggunakan telepon genggam saat berkendara.

Menyadari kondisi ini, Kapolres mengimbau kepada segenap masyarakat agar menumbuhkan kesadaran pribadi dalam berkendara. Petugas kepolisian, tidak mungkin bisa mengawasi satu persatu pengendara di jalan raya, namun pihaknya yakin setiap orang akan setuju untuk menjaga keselamatan bersama. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan