Kapolres Pastikan Rembang Aman dari Aksi Teror

Jumat, 11 Oktober 2019 | 02:41 WIB
Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto, didampingi beberapa Pejabat Tinggi Polres Rembang, saat mengikuti pengajian rutin di Kediaman KH Muhammad Syarofuddin Ismail Qoimaz, pada Kamis (10/10/2019) malam. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairadio.com – Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto memastikan kondisi di Wilayah Kabupaten Rembang aman dari aksi teror yang dilakukan oleh orang tak dikenal.

Sebagaimana dialami Menko Polhukam Wiranto di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, pada Kamis (10/10/2019). Yakni ditusuk oleh orang yang tidak diketahui identitasnya itu.

Atas peristiwa tersebut, Kapolres Rembang mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan Wilayah Rembang.

Pihaknya memerlukan peranserta dari masyarakat, untuk mewujudkan kondisi wilayah hukumnya tetap aman, tanpa adanya aksi teror. Yaitu dengan saling menjaga dan mengawasi antarmasyarakat.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Rembang, ‘Ayo Jogo Rembang’. Dengan ‘Ayo Jogo Rembang’ berarti kita bisa menjaga semuanya. Semoga tidak terjadi (Aksi teror, red.) di Wilayah Rembang,” kata Dolly, seusai mengikuti pengajian rutin di kediaman KH Muhammad Syarofuddin Ismail Qoimaz di Kelurahan Leteh-Rembang, pada Kamis (10/10/2019) malam.

Selain itu, Dolly mengingatkan agar masyarakat memiliki sensitivitas atau kepekaan terhadap orang yang tidak dikenal atau mencurigakan.

Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui indentitas terhadap orang baru yang tiba-tiba muncul di daerahnya.

“Tidak hanya polisi, tetapi masyarakat dituntut untuk sensitif. Siapa sih orang tidak dikenal? Siapa sih orang di sekeliling kita? Makannya zaman dulu ada aturan orang baru harus lapor RT,” tegasnya.

Sementara itu, KH Muhammad Syarofuddin Ismail Qoimaz, salah satu tokoh agama di Kabupaten Rembang mengecam atas aksi teror yang menyebabkan Menko Polhukam Wiranto terluka akibat tusukan dari orang tak dikenal.

“Saya mengecam perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Dan tidak sesuai dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Seperti yang dilakukan oleh orang tidak dikenal, yang telah menusuk Bapak Menko Polhukam,” ujar Mbah Syarof, sapaan akrab KH Muhammad Syarofuddin Ismail Qoimaz.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan